300.000 Orang Tewas Setiap Tahun Akibat Perubahan Iklim

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Sebanyak 300.000 orang telah tewas akibat perubahan iklim dan dapat meningkat menjadi setengah juta orang pada tahun 2030. Laporan yang diumumkan pada Global Humanitarian Forum di London Inggris, menyebutkan perubahan iklim global telah membunuh 300.000 jiwa setiap tahunnya. Kerugian finansial yang ditimbulkan mencapai US$125 miliar dollar. Data tersebut diungkapkan pada Jumat 29 Mei 2009 dan diklaim sebagai laporan pertama mengenai dampak perubahan iklim terhadap manusia secara global. Disebutkan, 325 juta jiwa kaum miskin yang paling menderita.

Penduduk Banglades termasuk salah satu masyarakat yang paling menderita karena jutaan jiwa dihantam banjir dan badai tahunan. Para petani di Uganda dihantam kekeringan massal, sedangkan penduduk di pulau-pulau kecil di Karibia dan Pasifik terancam kehilangan wilayah karena kenaikan muka laut. Kondisi tersebut dinilai sangat tidak adil karena penduduk di negara-negara miskin mengemisikan gas rumah kaca, penyebab utama pemanasan global, kurang dari 1 persen.

Mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, presiden forum yang meluncurkan laporan itu, menyatakan, saatnya dunia bersatu hati. bersama-sama memikirkan serius cara melindungi dunia pasca-Protokol Kyoto yang akan berakhir tahun 2012. Kofi Annan menyebut pertemuan para pihak ke-15 (COP-15) di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009, sebagai unjuk kegentingan global. “Demi jalan keluar dari kelaparan global, migrasi massal, penyakit, dan kematian massal,” kata Annan. Jika para pemimpin dunia tak bisa memastikan sikap di Kopenhagen, itu sama dengan meninggalkan kemanusiaan. Annan mendeskripsikan perubahan iklim sebagai ”tantangan kemanusiaan terbesar masa kini”, sementara dunia berada ”di seberang jalan” soal langkah mengatasinya.

Bila tak ada penanganan berarti, menurut laporan itu, pada tahun 2030 kematian global akibat perubahan iklim akan meningkat mendekati setengah juta jiwa per tahun. Kerugian finansial 300 miliar dollar AS. Sebagian besar kematian disebabkan degradasi lingkungan yang menimbulkan kekurangan gizi di banyak tempat ketimbang bencana alam.

Kenaikan suhu bumi 2 derajat celsius membunuh banyak spesies flora dan fauna yang berguna bagi kehidupan. Bagi warga pesisir, selain ancaman badai yang meningkat dan kenaikan muka air laut, ikan konsumsi bergerak kian ke tengah laut. Nelayan kian kesulitan menangkap ikan. Bagi petani, perubahan pola cuaca akan menyulitkan musim tanam. Suhu hangat juga memengaruhi perkembangbiakan serangga penyerbuk di negara-negara empat musim. (Sumber: Kompas, 1 Juni 2009, ”300.000 Orang Tewas akibat Perubahan Iklim”)