Harga Mobil Hybrid Melangit Minta Insentif

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Keputusan negara-negara maju memberi insentif produsen mobil ramah lingkungan akan diikuti Indonesia. Salah satu yang saat ini sedang digodok adalah pemberian insentif fiskal bagi produk mobil irit bahan bakar jenis hybrid. Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, di sela pembukaan The 17th Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran Jumat 24 Juli 2009, menyatakan, seiring dengan isu pemanasan global, kebutuhan mobil ramah lingkungan termasuk hybrid terus meningkat. Tren ini memberi peluang bagi produsen mobil untuk mengembangkan teknologi produk dan jenis bahan bakarya. Ini dorongan yang positif untuk inovasi produknya atau penggunaan fuelnya.

Namun, ketika ditanya bentuk insentif spesifik apa yang disiapkan, Sri Mulyani menolak membeberkan, karena akan ada proses evaluasi. Dalam kunjungan ke berbagai Stan di arena IIMS, Sri Mulyani sempat menumpangi mobil hybrid Prius Toyota yang sedang dicoba Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor Joko Trisanyoto. Toyota Prius itu dibandrol Rp585 juta per unit on the road Jakarta.Di Indonesia, Hybrid melaju hingga 22 km dalam setiap liter pemakaian bahan bakar. Sementara di Jepang bahan baker yang digunakannya bisa mencapai 32 km untuk 1 liter. Menurut Joko, Toyota belum menargetkan penjualan Prius karena tingginya harga jual mobil tersebut di Indonesia. Harganya setara dengan Camry. Jadi target konsumennya adalah segmen yang mampu beli Camry sekaligus peduli terhadap lingkungan.

Kendala tingginya harga juga diungkapkan oleh Direktur Marketing PT Krama Yudha Tiga Berlian (KTB) Rizwan Alamsyah. Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Mitsubishi tersebut mengaku belum ada niatan untuk memboyong mobil listrik I-MiEV baik yang bertipe standar maupun sport masuk ke Indonesia. Mobil I-MiEV sudah dijual hingga Singapura, tapi belum masuk ke Indonesia karena harganya yang tinggi. Di stan Mitsubishi, I-MiEV didatangkan KTB langsung dari Jepang untuk menunjukan inovasi terkini Mitsubishi. Mobil itu di negara asalnya dibanderol JPY 4,5 juta atau setara Rp450 juta per unit. Penjualan I-MiEV di Jepang mendapat subsidi dari pemerintah hingga konsumen hanya perlu membayar JPY 2,5 juta. Tapi di Indonesia tidak bisa semurah itu.

Sementara itu, Dirjen Industri Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian Budi Darmadi mengatakan, pemberian insentif hybrid sangat tergantung komitmen produsen menanamkan investasi di tanah air, jadi perlu timing. Sejauh ini, produsen mobil yang terang-terangan meminta insentif mobil hybrid adalah Toyota. (Jawa Pos, Harga Melangit Hybrid Butuh Insentif, Sabtu 25 Juli 2009)