Hubungan Perilaku Merokok Terhadap Kehamilan

8 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ibu yang merokok selama kehamilan membuat anak-anak mereka memiliki risiko yang lebih besar menderita gejala psikotik seperti delusi dan halusinasi. Penelitian survai populasi selama 12 tahun di Inggris mendapati sebanyak 20% anak-anak yang menderita gangguan psikotik memiliki ibu yang merokok. Namun angka hubungan tersebut menjadi 80% jika si ibu perokok tersebut menghabiskan hingga 20 batang rokok per hari.

Para peneliti menyatakan bahwa paparan tembakau dalam rahim dapat mempengaruhi perkembangan otak anak, meskipun diakui bahwa studi masalah tersebut masih masih diperlukan tindak lanjut secara lebih mendalam dan akurat. Penelitian yang dilakukan oleh universitas Cardiff, Nottingham, Bristol, dan Warwick tersebut merupakan bagian dari studi jangka panjang Avon Longitudinal Study of Parents and Children untuk menganalisis bagaimana genetika dan lingkungan mempengaruhi kesehatan.

Selama penelitian, para responden diberikan pertanyaan apakah telah mengalami episode psikotik seperti delusi dan halusinasi dalam enam bulan terakhir, secara total ada sebesar 11% masuk dalam kelompok sintom tersebut. Kelompok ini juga belajar pada ibu mereka yang mengkonsumsi ganja dan alkohol. Namun tidak ditemui hubungan yang berkaitan dengan penyalahgunaan obat-obatan.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan tersebut menambah lebih banyak bobot pada argumen mengenai dampak buruk merokok selama kehamilan, sekitar 15% dari wanita hamil masih tidak berniat mengubah kebiasaan merokok ketika mereka hamil. Peneliti utama Dr Stanley Zammit berkata: “Ibu merokok mungkin merupakan faktor risiko penting dalam pengembangan pengalaman psikotik pada populasi ini.” Dia mengatakan penyebab hubungan itu tidak jelas, meskipun mungkin saling terkait dengan perkembangan fungsi otak yang mengatur kemampuan persepsi dan kognisi. Namun, ia mengatakan diperlukan penelitian lebih lanjut ke dalam masalah ini (bbc)