Muslim Paling Cemas Soal Mati

6 tahun ago kesimpulan 4
News KeSimpulan.com – Skor galau tertinggi dipegang kalangan muslim bahwa tuhan adalah pendendam yang akan menghukum Anda setelah mati di akherat nanti!

Pandangan umum mengklaim bahwa orang-orang agama kurang begitu cemas tentang kematian daripada non-agama. Agama yang paling populer yaitu islam dan kristen secara eksplisit berpegang pada janji imbalan abadi bagi umat beriman. Namun, tidak sesimpel itu.

Setelah semua, tuhan dan dewa juga sangat pendendam.

Jika Anda percaya pada tuhan pendendam maka Anda harus menghadapi kemungkinan jahat setelah kematian.

Dendam tuhan untuk siapapun. Bahkan orang-orang suci memiliki beberapa dosa rahasia!

Namun tidak banyak data internasional yang mengkorelasikan antara agama dan kecemasan.

Lee Ellis, antropolog University of Malaya di Kuala Lumpur, dan rekan datang dengan beberapa cara untuk mengisi dan hasilnya cukup menarik.

Mereka mewawancarai hampir 5.000 orang di 3 negara yaitu Malaysia, Turki, dan Amerika Serikat. Hasil untuk Malaysia ada hubungan linear jelas antara religiusitas dan takut mati. Ada hubungan yang sama di Turki, meskipun kurang kuat. Paling mencolok di Amerika Serikat, kecemasan kematian tertinggi diindap orang agama.

Perbedaan-perbedaan ini mungkin terkait perbedaan keyakinan agama antara muslim dan kristen. Muslim memiliki kecemasan kematian tertinggi, sedangkan kecemasan terendah terlihat pada non-agama di Amerika dan kristen di Malaysia.

Pada tahun 2009, Gareth Morris, antropolog University of Huddersfield di Inggris, dan rekan melaporkan bahwa muslim di Inggris lebih galau melihat kematian dibanding orang kristen dan non-agama.

Dalam teori “death apprehension” menyebutkan agama dapat memiliki berbagai efek pada kecemasan kematian tergantung pada keyakinan yang sebenarnya dimiliiki. Tuhan adalah pendendam yang akan menghukum setelah mati membuat Anda semakin mengalami kecemasan.

Muslim tampaknya lebih cenderung percaya bahwa tuhan pendendam daripada percaya bahwa tuhan pengampun. Para peneliti menempatkan proxy ini ke dalam perbedaan mendasar antara agama islam dan kristen.

Di dalam ajaran kekristenan sebagai struktur sosial yang telah berevolusi, gagasan bahwa tuhan penghukum memang tidak lagi populer. Banyak kristen modern tidak lagi mengekpliotasi dan menakut-nakuti orang-orang masuk neraka.

Apapun penyebab perbedaan ini, bagaimanapun, data menjelaskan hubungan yang berbeda di antara setiap agama dan kecemasan kematian di tiap negara. Ada implikasi lain yang menarik bahwa non-agama memiliki kecemasan sangat rendah. Dengan demikian apakah mereka bahagia? Belum banyak data penelitian di sini.

  1. Lee Ellisa, Eshah A. Wahaba & Malini Ratnasingan (Department of Anthropology and Sociology, University of Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia 50603). Religiosity and fear of death: a three‐nation comparison. Mental Health, Religion & Culture, 21 Feb 2012, DOI:10.1080/13674676.2011.652606
  2. Gareth J. Morrisa & Tina McAdiea (University of Huddersfield, Huddersfield, UK). Are personality, well-being and death anxiety related to religious affiliation? Mental Health, Religion & Culture, 05 Mar 2009, DOI:10.1080/13674670802351856