Nasionalisasi Perusahaan Swasta Oleh Pemerintah di Amerika Serikat

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Akibat krisis finansial global pada tahun 2008/2009, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melanjutkan nasionalisasi perusahaan-perusahaan besar. Pemerintah AS akhirnya mengambil kemudi perusahaan General Motors (GM) Corp. Nasionalisasi ini bukanlah pertama kali dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya, pemerintah AS telah menasionalisasi perusahaan atau industri besar di negara tersebut, sehingga pemerintah menguasai saham perbankan, industri kereta api, pabrik baja, tambang batu bara, dan foreclosed homes. Sebagian besar proses nasionalisasi sebelumnya terjadi pada masa perang. Akan tetapi, krisis finansial global yang terjadi pada 2008/2009 mengakibatkan beberapa perusahaan kembali diambil alih pemerintah.

Pada tahun 2008, pemerintah AS secara efektif mengambil kendali perusahaan hipotek raksasa Fannie Mae dan Freddie Mac. Tidak berhenti di situ, pemerintah AS kemudian juga menasionalisasi perusahaan asuransi raksasa American International Group (AIG). Raksasa asuransi itu diminta untuk melakukan restrukturisasi dan menerima total dana bailout (talangan) dari negara hingga US$180 miliar.

Selama Perang Dunia I, pemerintah AS menasionalisasi industri kereta api, telegrap, dan Smith & Wesson Co. Adapun selama Perang Dunia II, pemerintah kemudian memperluas kepemilikannya di kereta api, tambang batu bara, operator perusahaan truk Midwest, dan banyak perusahaan lain termasuk perusahaan ritel Montgomery Ward. Presiden Harry S Truman pernah mencoba menasionalisasikan industri baja pada 1952. Namun, upayanya ditolak oleh Mahkamah Agung.

Dalam sejarah korporasi di Amerika Serikat, nasionalisasi oleh pemerintah memang hanya sementara. Tetapi setidaknya ada satu industri yang bertahan lama, yakni perusahaan kereta api penumpang Amtrak. Perusahaan Penumpang Kereta Api Nasional didirikan pada 1971. Lima tahun kemudian terbentuk Consolidated Rail Corporation (Conrail). Pada 1987, barulah perusahaan ini diprivatisasi.

Di sektor keuangan, Washington pernah menasionalisasi Continental Illinois Bank dan Trust. Pemerintah mengoperasikan hingga 1994 dan kemudian muncullah Bank of America, salah satu dari bank-bank yang bermasalah. Pemerintah AS sejauh ini sudah memberikan bailout US$45 miliar masing-masing kepada Citigroup dan Bank of America untuk mencegah kebangkrutan. Hampir 600 bank nasional telah menerima total dana US$199,2 miliar di bawah paket penyelamatan sektor keuangan US$$700 miliar. Pemberian bailout dirancang untuk meningkatkan cadangan modal perbankan sehingga bank kembali mengucurkan pinjaman.

Pada awal Juni 2009, di bawah kesepakatan perlindungan kebangkrutan yang ditandatangani oleh pemerintah AS, perusahaan General Motor (GM), serikat buruh, dan para pemegang saham, menyepakati kepemilikan 60% saham di GM oleh pemerintah federal. Sebesar 12,5% lainnya akan menjadi milik pemerintah Kanada. United Auto Workers (UAW) akan mendapatkan 17,5% saham dan pemegang saham 10% lainnya.

Presiden Barack Obama mengatakan gedung putih hanya mengambil alih GM untuk sementara, karena Pemerintah Federal tidak memiliki kepentingan untuk menjalankan bisnis GM. Namun, dapat dipastikan, setelah proses perlindungan kebangkrutan yang memakan waktu 60-90 hari, nasionalisasi pemerintah AS di perusahaan New GM membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Untuk keluar dari kemelut finansial, GM kini berupaya menjual aset-asetnya. GM telah mencapai kesepakatan untuk menjual merek Hummer ke perusahaan peralatan mesin industri China, Sichuan Tengzhong. (Sumber: Media Indonesia, Kamis 4 Juni 2009)