Pencurian Properti Jembatan Suramadu Semakin Marak dari Sisi Jalur Madura

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Pencurian besi di atas jembatan prestisius Suramadu membuat Polda Jawa Timur segera menerjunkan 90 personel polisi yang bertugas siaga jaga 24 jam. Personel tersebut diambil dari Polres terdekat, misalnya Polresta Surabaya Timur dan Polres Bangkalan. Target mereka satu, yakni mengamankan jembatan sepanjang 5.438 meter dengan nilai Rp.5 triliun yang menghubungkan Jawa Timur dan Pulau Madura. Sebanyak 20 personel dikerahkan sebagai patroli jalan raya dan 30 personel polisi perairan. Setiap anggota Polresta Surabaya Timur dan Polres Bangkalan juga menyiagakan masing-masing 20 personel polisi samapta dan lalu lintas.

Meski begitu, pencurian masih saja terjadi. Pencuri cukup lihai memanfaatkan situasi saat polisi baru selesai melakukan patroli. Beberapa kasus kehilangan mur dan baut terjadi saat pengamanan longgar, contohnya waktu dilakukan uji coba jembatan sehingga ribuan orang melintas bersamaan di atas Jembatan Suramadu. Pelaku berpura-pura menghentikan kendaraan untuk foto-foto atau sekadar santai di atas sepeda. Saat hari mulai malam, mulailah aksi mereka dilancarkan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pudji Astuti mengatakan jalur menuju jembatan dari sisi Madura cukup rawan. Pada jalan sepanjang 11,50 kilometer tersebut umumnya diisi hamparan tanah kosong yang sepi. Jalan di sisi Madura hanya berupa jalur dua arah dengan kanan-kirinya tanah kosong, sehingga kawasan ini rawan dengan tindak kriminalitas terutama di malam hari. Akses jalan di sisi Madura berada dalam wilayah tugas tiga kepolisian sektor yakni Labang/Sukolilo, Trageh, dan Burneh. Namun, pos polisi yang ada hanya di Burneh. Jumlah pos terbilang minim, apalagi pos polisi di Burneh itu pun merupakan pos lama yang sudah berusia empat tahun. Pos polisi ini dibangun untuk pengamanan saat Jembatan Suramadu masih dalam proses pembangunan.

Karena bangunan pos polisi tersebut sudah cukup lama, perlu pembenahan untuk mengoptimalkan pengamanan. Polda Jawa Timur sudah menyiapkan tanah kosong untuk membangun pos yang baru. Di sisi Madura, ada tiga pos yakni dua pos pantau dan satu pos pemeriksa. Dua pos pantau tersebut terletak di Kenjeran dan Kedungcowek.

Jajaran polisi telah mengamankan beberapa tersangka pencurian besi milik Jembatan Suramadu. Tetapi, pencurian itu terjadi di bawah jembatan. Salah satunya pelaku berinisial AS, 47, warga Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura, yang tertangkap saat mengangkut besi penopang milik Jembatan Suramadu menggunakan mobil pikap pada pertengahan Juli 2009. Ia tinggal tak jauh dari pintu keluar jembatan sisi Madura (Media Indonesia, Polisi All Out Amankan Suramadu, Rabu 19 Agustus 2009)