Penurunan Tren Evapotranspirasi Jumlah Air Memasuki Atmosfer Selama 1982-2008

7 tahun ago kesimpulan 0
KeSimpulan.com – Siklus air berjalan pada dunia lebih hangat. Siklus air Bumi telah didorong sampai batasnya.

Jumlah air yang menguap dari tanah dan ke atmosfir mencapai maksimum selama 12 tahun dan sekarang mengalami penurunan, demikian hasil pengukuran terbaru. Martin Jung dari Max Planck Institute for Biogeochemistry di Jena, Jerman, dan rekan tren menghitung evapotranspirasi (evapotranspiration) yaitu jumlah uap air yang memasuki atmosfer antara tahun 1982 hingga 2008.

Kelembaban ini salah satunya menguap dari tanah oleh panas matahari atau dikeluarkan oleh tanaman. Mereka menemukan evapotranspirasi naik terus sampai tahun 1998 seperti yang diprediksi dalam pemanasan iklim global. Tetapi tren berbalik arah setelah tahun 1998 dan jumlah air yang berhambur ke atmosfer mulai turun.

Lebih dari setengah energi matahari diserap oleh permukaan tanah saat yang digunakan untuk menguapkan air. Perubahan iklim diperkirakan akan mengintensifkan perputaran hidrologi dan mengubah evapotranspirasi dengan implikasi pada ekosistem dan umpan balik terhadap iklim regional dan global.

Perubahan evapotranspirasi mungkin sudah berada di level bawah, tetapi selalu terkendala untuk pengamatan langsung pada skala global. Sampai bukti tersebut tersedia, perubahan siklus air sebagai kriteria kunci diagnostik dari dampak perubahan iklim dan variabilitas menjadi tidak pasti.

Steven Running, anggota tim dari University of Montana di Missoula mengatakan di beberapa wilayah, meningkatnya suhu telah mengisap semua air yang tersedia dari tanah. Meskipun kelembapan dikembalikan ke tanah menjadi hujan, namun sebagian besar jatuh di tempat lain sehingga meninggalkan daerah tersebut kering seperti kekeringan Afrika dan Australia.

Tim peneliti mengatakan karena atmosfer sekarang hangat maka mampu menahan lebih banyak air dan secara efektif menjebak di sana. Sedangkan daun di darat hanya mendapat sedikit air dalam mempertahankan siklus. “Ada banyak permintaan tetapi tidak ada pasokan,” kata Running.

Analisis ini didukung oleh pengukuran satelit yang menunjukkan tingkat penurunan kelembaban tanah secara global. Kecenderungan terkuat di belahan Bumi selatan, khususnya di Amerika Selatan dan Australia. “Secara global, kita akan melihat kekeringan yang lebih besar dan lebih lama,” kata Running.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa evapotranspirasi tahunan global meningkat rata-rata sebesar 7,1 ± 1,0 milimeter per tahun per dekade antara 1982-1997. Setelah itu, bertepatan dengan peristiwa El Niño besar terakhir pada tahun 1998, peningkatan evapotranspirasi global tampaknya berhenti hingga tahun 2008. Perubahan ini terutama didorong oleh keterbatasan air di belahan bumi selatan, terutama Afrika dan Australia.

Martin Wild dari Swiss Federal Institute of Technology di Zurich mengatakan peningkatan suhu adalah penjelasan yang masuk akal, tetapi menambahkan adanya tren dalam polusi udara yang menghambat energi matahari juga bisa menjadi penyebabnya.

Tingkat polusi turun di sepanjang tahun 1990-an berkat langkah-langkah untuk meningkatkan kualitas udara di negara maju. Hal ini meningkatkan jumlah sinar matahari mencapai daratan sehingga meningkatkan evapotranspirasi. Tetapi perubahan ini mendatar pada akhir dekade, sekitar waktu yang sama saat evapotranspirasi berhenti naik.

Di wilayah Afrika dan Australia, pengamatan microwave satelit menunjukkan bahwa kelembaban tanah menurun antara 1998-2008. Apakah perubahan perilaku evapotranspirasi merupakan indikator dari keragaman iklim secara alami atau mencerminkan reorganisasi yang lebih permanen dari siklus air tanah adalah pertanyaan kunci bagi ilmu pengetahuan sistem Bumi.

  1. Martin Jung, Markus Reichstein, Philippe Ciais, Sonia I. Seneviratne, Justin Sheffield, Michael L. Goulden, Gordon Bonan, Alessandro Cescatti, Jiquan Chen, Richard de Jeu, A. Johannes Dolman, Werner Eugster, Dieter Gerten, Damiano Gianelle, Nadine Gobron, Jens Heinke, John Kimball, Beverly E. Law, Leonardo Montagnani, Qiaozhen Mu, Brigitte Mueller, Keith Oleson, Dario Papale, Andrew D. Richardson, Olivier Roupsard, Steve Running, Enrico Tomelleri, Nicolas Viovy, Ulrich Weber, Christopher Williams, Eric Wood, Sönke Zaehle and Ke Zhang. Recent decline in the global land evapotranspiration trend due to limited moisture supply, Nature 10 October 2010, DOI:10.1038/nature09396