Selama Sebulan Puluhan Anjing di Semarang Mati Karena Virus Distemper

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Selama bulan Juli 2009 di Semarang, puluhan anjing piaraan berbagai jenis ras mati akibat penyakit distemper. Penyakit menular yang disebabkan virus distemper itu, menyerang sistem pencemaan, penapasan, dan saraf anjing. drh Theresianna Ekawati, di kliniknya, Griya Satwa Lestari, Senin 3 Agustus 2009 mengatakan bahwa telah menangani puluhan anjing yang terserang distemper. Umumnya, anjing-anjing tersebut memperlihatkan gejala gangguan pencernaan, seperti muntah dan diare. Pada beberapa anjing, malah sampai diare berdarah.

Pada stadium dua anjing terserang virus distemper, terjadi gangguan pernapasan seperti pilek, batuk, demam, sesak nafas, dan keluarnya kotoran dari mata dan hidung. Pada bulan tersebut sudah ada 18 anjing mati akibat penyakit itu. Ciri lainnya dari gejala distemper adalah telapak kaki anjing mengeras, badan lemas, dan nafsu makan menurun. Gejala lainnya, timbulnya bercak merah dan bemanah pada perut atau selangkangan anjing. Pada stadium tiga, yang diserang adalah saraf dan otak. Jika sudah pada stadium ini, biasanya memperbolehkan solusi eutanasia.

Sementara itu, drh Sayekti Wahyu mengatakan telah sudah menangani puluhan kasus distemper dan 7 anjing di antaranya mati. Gejala yang timbul dari anjing peliharaan itu kurang lebih sama, yaitu diare, demam, pilek, batuk, dan nafsu makan menurun. Tempat yang tidak steril atau tidak disanitasi bisa menularkan virus distemper. Misalnya, pemilik yang anjingnya mati karena distemper, kemudian membeli anjing baru tetapi kandang lama tidak disterilisasi. Karena belum ada obatnya, cara paling efektif dengan pencegahan. Yaitu memberikan vaksinasi pada anjing. Namun, disayangkan bahwa masih banyak pemilik anjing belum menyadari pentingnya vaksinasi (Suara Merdeka, Puluhan Anjing Mati Terserang Distemper, Selasa 4 Agustus 2009)