Ustad Abu Bakar Ba’asyir Kenal Noordin M Top

8 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Nama Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Solo, Jawa Tengah, mengemuka setiap ada peristiwa terorisme. Seorang santri yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan bahwa biar orang lain menilai apa, yang jelas saya tak ada masalah. Santri itu mengakui bahwa ada di antara sejumlah teman yang beraliran radikal. Sejarah lembaga itu tergolong panjang. Berawal dari pengajian selepas Duhur di Masjid Agung, Surakarta. Kemudian, para dai dan mubalig yang ada di sana mengembangkan pengajian tersebut dengan mendirikan sebuah madrasah diniyah di Jalan Gading Kidul 72 A Solo.

Madrasah itu semakin berkembang. Hingga 10 Maret 1972, berdirilah Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki. Pada awal berdiri, tercatat hanya 30 murid. Pendirinya, antara lain, Ustad Abu Bakar Ba’asyir dan almarhum Ustad Abdullah Sungkar. Dua orang itulah yang kemudian diduga menjadi amir sekaligus pendiri Jamaah Islamiyah (JI), sebuah organisasi teroris di Asia Tengara.

JI terbentuk atas peran Ustad Abdullah Sungkar. Pada 1993, Ustad Abdullah Sungkar berbeda pendapat dengan Ustad Masduki soal NII (Negara Islam Indonesia). Ustad Masduki tetap menghendaki NII sebagai wadah berjihad, sedangkan Ustad Abdullah Sungkar ingin berbentuk organisasi internasional. Kemudian, sejumlah lulusan kamp Mujahidin, Afghanistan, diminta untuk memilih, ikut Ustad Abdullah Sungkar atau Ustad Masduki.

Sejumlah nama seperti Ali Ghufron, Imam Hambali, dan Nasir Abbas memilih bergabung dengan Ustad Abdullah Sungkar. JI kemudian berdiri. Nasir Abbas mengatakan bahwa Ustad Abu Bakar Ba’asyir pernah menjadi amir JI. Selain itu, sejumlah pihak mengatakan bahwa Noordin M. Top pernah dilatih khusus oleh Ustadz Ba’asyir. Ustadz Ba’asyir pernah tinggal di Malaysia. Sementara Noordin ada di Johor. Jaraknya 400 kilometer (Jawa Pos, Ba’asyir Kenal Noordin Sebelum Sandang Nama Top, Sabtu 15 Agustus 2009)