40 Kura kura Berkepala Ular Chelodina mccordi Dilepas di Danau Peto Nusa Tenggara Timur

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Satwa langka endemik di Kabupaten Rote Ndao terancam punah
+ Penangkaran dilakukan oleh PT Alam Nusantara Jayatama
+ Populasi turun karena diperdagangankan, pengurangan lahan habitat, dan dikonsumsi.

(kesimpulan) Sebanyak 40 kura-kura berkepala ular dilepas Menteri Kehutanan MS Kaban ke habitat semula di Danau Peto, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Kamis 16 Juli 2009. Satwa langka endemik di Kabupaten Rote Ndao tersebut sudah terancam punah. Penurunan populasi kura-kura leher ular ini karena pengambilan langsung dari alam guna memenuhi permintaan perdagangan internasional, terutama di pasar Eropa, Amerika, dan Jepang, pengurangan lahan basah, kebutuhan konsumsi, serta tidak adanya perlindungan bagi habitat.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam NTT, Luhut Sihombing, mengatakan, bahwa pelepasan kura-kura berkepala ular (Chelodina mccordi) merupakan upaya mempertahankan kura-kura langka ini di NTT. Kura-kura leher ular Pulau Rote awalnya dianggap satu spesies dengan kura-kura leher New Guinea (Chelodina novaguinea). Namun, nama mccordi diberikan oleh William P Mccordi, peneliti dari New York. Tahun 2004 kura-kura ini masuk kategori satwa terlindungi karena populasinya terus menurun.

Chelodina mccordi memiliki bentuk unik karena kecil, leher, dan kepala menyerupai ular, serta sisi karapas melengkung ke atas. Panjang leher sama dengan karapas sehingga untuk menyembunyikan kepala, lehernya harus dilipat melingkari karapas. Kura-kura yang dilepas Menteri Kehutanan di habitat semula adalah hasil penangkaran dari PT Alam Nusantara Jayatama, sebelumnya diambil dari Danau Peto. Lokasi pelepasan adalah Danau Peto, Dusun Peto, Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, Rote Ndao.

Sampai tahun 1970-an masyarakat setempat meyakini kura-kura tersebut sebagai perwujudan arwah leluhur di Danau Peto dan tidak pernah diperdagangkan. Namun, memasuki tahun 1980-an, kura-kura ini mulai diperdagangkan oleh para pedagang yang datang dari luar Rote. Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Kehutanan NTT Hengki Manesi mengatakan, kura-kura ini dijual di luar negeri dengan harga sampai 15.000 dollar AS per ekor, sementara di Rote Ndao hanya Rp30.000-Rp50.000 per ekor. (Kompas, 40 Kura-Kura Berkepala Ular Dilepas, Sabtu 18 Juli 2009)

Iklan