Alzheimer’s Disease International Memperkirakan Ada 115,5 juta Orang dengan Demensia Pada 2050

10 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Ilmuwan dari Inggris mengatakan bahwa jumlah pengindap Alzheimer dan berbagai jenis dementia lainnya secara global selama ini telah diremehkan. Sebuah laporan dari King’s College London menunjukkan lebih dari 115 juta orang di seluruh dunia akan mengindap demensia pada tahun 2050. Prediksi ini merupakan 10% lebih dari angka sebelumnya diterbitkan pada tahun 2005, terutama didorong oleh pengindap potensial baru dari Asia Selatan dan Amerika Latin.

Data dari The Alzheimer’s Society menunjukkan kenaikan demensia dipicu oleh meningkatnya usia harapan hidup di seluruh dunia. Perhatian dalam perawatan penderita demensia bukan hanya masalah sosial, tetapi juga beban ekonomi dan sistem kesehatan. Penelitian yang dilakukan The King’s College London pada Laporan Alzheimer Dunia 2009, yang diterbitkan oleh Alzheimer’s Disease International, memperkirakan bahwa akan ada 35 juta orang dengan demensia di seluruh dunia pada tahun 2010. Jumlah yang hampir dua kali lipat setiap kurun waktu 20 tahun. Untuk tahun 2030 ada 65.7 juta orang pada dan pada tahun 2050 ada 115.4 juta orang.

Kemajuan dalam kesehatan dan gizi akan memiliki dampak terbesar di negara-negara miskin dan sebagai akibatnya, jumlah lanjut usia meningkat dengan cepat. Saat ini lebih separuh dari semua orang dewasa hidup dengan demensia dan tinggal di negara-negara miskin atau negara-negara berpenghasilan menengah. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat hingga lebih dari dua pertiga pada tahun 2050. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa proporsi orang-orang tua yang telah mengindap demensia lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya di beberapa bagian dunia.

Profesor Martin Prince, dari King’s College, mengatakan bahwa angka-angka yang dilaporkan itu “mengejutkan”. Dia mengatakan, “investasi saat ini dalam penelitian, pengobatan dan perawatan sebenarnya cukup proporsional terhadap keseluruhan dampak penyakit pada orang-orang dengan demensia pada kesehatan dan sistem pelayanan sosial, dan masyarakat.” Alzheimer’s Disease International mengatakan bahwa lebih banyak negara harus mengikuti jejak Australia, Perancis, Korea dan Inggris dalam mengembangkan rencana aksi untuk mengatasi dampak dari penyakit tersebut. (bbc)

Iklan