Analisis Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba Pada Perusahaan-Perusahaan Yang IPO Pada Rentang Tahun 2000-2002

9 tahun ago kesimpulan 0
(kesimpulan) Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menghubungkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Salah satu parameter penting dalam laporan keuangan adalah laba. Adanya kecenderungan lebih memperhatikan laba ini disadari oleh manajemen sehingga mendorong timbulnya perilaku menyimpang (dysfunctional behaviour) dari pihak manajemen, yang salah satu bentuknya adalah manajemen laba. Manajemen laba merupakan campur tangan pihak manajemen dalam penyusunan laporan keuangan untuk meningkatkan kesejahteraannya pribadi maupun untuk meningkatkan nilai perusahaan. Ada beberapa hal yang dapat memotivasi pihak manajemen untuk melakukan manajemen laba, antara lain : alasan bonus, kontrak hutang jangka panjang, motivasi politis, motivasi pajak, pergantian CEO, dan Initial Public Offering ( IPO ). Tindakan manajemen laba juga didukung dengan adanya asimetri informasi, dimana manajemen sebagai pihak internal memiliki informasi lebih dibandingkan dengan pihak eksternal perusahaan. Reputasi auditor, leverage, dan persentase saham yang ditawarkan kepada publik saat IPO diduga mempunyai pengaruh terhadap manajemen laba.

Penelitian ini menggunakan pendekatan accruals karena pendekatan accruals berpotensi untuk dapat mengungkap cara-cara menaikkan atau menurunkan keuntungan. Sampel dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, yang akhirnya terpilih 39 perusahaan diluar kategori sektor keuangan yang melakukan go public pada tahun 2000 – 2002. Perhitungan manajemen laba dilakukan dengan menghitung discretionary accruals yang berfungsi sebagai proxy dari manajemen laba. Discretionary accruals didapat dengan mengurangkan antara total accruals dibagi penjualan pada periode tes dengan total accruals dibagi penjualan pada periode dasar. Adanya indikasi manajemen laba pada tahun yang diamati dapat diketahui dengan menggunakan one-sample t-test dengan tingkat signifikansi 5%.

Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk menguji pengaruh reputasi auditor, leverage dan persentase saham yang ditawarkan kepada publik saat IPO terhadap manajemen laba. Reputasi auditor dan persentase saham yang ditawarkan kepada publik saat IPO memiliki pengaruh yang negatif dengan manajemen laba, sedangkan leverage mempunyai pengaruh yang positif dengan manajemen laba. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel independen secara serentak berpengaruh terhadap manajemen laba. Semua hipotesis dalam penelitian ini terpenuhi. Reputasi auditor dan Persentase kepemilikan sahan yang ditawarkan kepada publik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap manajemen laba. Sedangkan leverage mempunyai pengaruh positif dan signifikan.

Iklan