Anggaran Rp 30 Miliar Untuk Perbaikan Bibit Kopi Indonesia

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Pada tahun 2010, pemerintah akan menyalurkan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk perbaikan mutu bibit tanaman kopi. Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani mengemukakan bahwa perbaikan mutu bibit tersebut diperlukan untuk peningkatan produktivitas kopi, khususnya kopi dengan cita rasa yang khas.

Selama ini petani tradisional menggunakan bibit asalan (non unggul) mencapai 40 persen. Kesadaran penggunaan bibit unggul kopi masih kurang, sedangkan sebagian tanaman kopi sudah tergolong tua dan tidak produktif.

Pada tahun 2009, anggaran untuk perbaikan mutu kopi sebesar Rp10 miliar, berupa penggantian bibit asalan dengan bibit kopi unggul sebanyak 1 juta bibit pada areal seluas 1.000 hektar di Sumatera Selatan, Lampung, dan Bengkulu.

Seorang petani kopi gayo di Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Nanggroe Aceh Darussalam, mengemukakan bahwa pemberian bibit unggul tanaman kopi diharapkan dilakukan secara massal agar terjadi peningkatan produktivitas secara optimal. Sebagian besar petani kopi di wilayah tersebut menggunakan bibit dari tanaman sebelumnya. Sementara itu, sebagian tanaman kopi dalam kondisi tua. Perbaikan bibit tanaman kopi sebaiknya dilakukan secara luas dan tidak sedikit-sedikit.

Pada tahun 2008, total produksi kopi nasional 689.140.000 ton, dengan luas areal perkebunan kopi 1.309.184 hektar. Indonesia memiliki sedikitnya enam jenis kopi dengan cita rasa khas, seperti kopi Mandailing, Gayo, Lintong, Java Arabica, Bali, Toraja, dan Luwak. Harga ekspor kopi khas tersebut 8 dollar AS hingga 9 dollar AS per kilogram, atau lebih tinggi dibandingkan dengan kopi biasa yaitu 2 dollar AS hingga 3 dollar AS per kg. Konsumsi kopi masyarakat Indonesia tergolong rendah, yakni 0,5 kilogram per kapita per tahun.

Struktur Kopi Indonesia

Total produksi 689.140.000 ton (2008)
Luas areal 1.309.184 hektar.
Jenis cita rasa khas: Mandailing, Gayo, Lintong, Java Arabica, Bali, Toraja, dan Luwak.
Harga ekspor kopi khas: 8 dollar AS hingga 9 dollar AS per kg.
Harga ekspor kopi tidak khas: 2 dollar AS hingga 3 dollar AS per kg.
Konsumsi kopi masyarakat Indonesia 0,5 kilogram per kapita per tahun (rendah).



(Kompas, ”Rp 30 Miliar Untuk Perbaikan Mutu Kopi”, 4 Juli 2008)