Angka Aborsi di China Tertinggi di Dunia Dengan Jumlah 13 Juta per Tahun

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) China ternyata tidak hanya memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia, tapi juga mencatatkan diri sebagai negara dengan angka aborsi tertinggi di dunia. Sedikitnya 13 juta aborsi terjadi setiap tahun, terbanyak dilakukan oleh wanita lajang yang tidak menggunakan kontrasepsi. Laporan langka tentang statistik aborsi ini, yang dianggap sebagai rahasia negara, diungkap oleh harian pemerintah China Daily, Jumat 31 Juli 2009, yang menuliskan bahwa 13 juta aborsi itu terjadi di rumah-rumah sakit, dan 10 juta pil aborsi terjual setiap tahun. Pil itu diyakini bisa menyebabkan keguguran pada tahap awal kehamilan.

Namun, jumlah sebenarnya dari aborsi itu pasti lebih tinggi lagi karena banyak aborsi yang dilakukan bukan di rumah sakit, hanya di klinik-klinik yang tak terdaftar. Ma Xiaonian, terapis seks terkemuka yang pernah menjadi pembawa acara seks beken sebelum dibatalkan pemerintah pada tahun 2007, menyatakan bahwa angka aborsi itu menunjukkan tidak memadainya pendidikan seks di China. Para wanita muda tidak tabu bagaimana caranya melindungi diri mereka sendiri dibutuhkan. Murid-murid sekolah menengah pertama (usia 13-16 tahun) bahkan sudah melakukan aborsi. Jadi bukan terlalu cepat jika mereka diberi pengetahuan seks, yang sayangnya tak pernah mereka dapatkan kecuali setelah kuliah.

Pendidikan seks adalah bagian dari kurikulum sekolah di China, tempat para murid belajar tentang penyakit-penyakit kelamin yang menular, termasuk AIDS. Namun, diskusi tentang seks sering kali samar-samar, dan fungsi kondom jarang sekali dibahas. Laporan di China Daily itu menyebutkan, melonjaknya angka aborsi itu merupakan “situasi yang tak menyenangkan”, namun tidak secara langsung menyatakan bahwa aborsi sedang di ambang kenaikan karena tak ada perbandingan angka dari tahun ke tahun.

Data terbaru tentang aborsi di China datang dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Guttmacher Institute, yang memperkirakan jumlah aborsi di Negeri Tirai Bambu itu 9 juta pada 2003. Selama ini Rusia memiliki rasio aborsi tertinggi, yakni 53,7 per 1.000 perempuan berusia 15-44 tahun berdasarkan data tahun 2007. Rasio di China pada tahun itu adalah 24 per 1.000 perempuan.

Therese Hesketh, pengajar di Centre for International Health and Development University College London, yang menelaah secara ekstensif kebijakan keluarga berencana di China selama ini, mengatakan bahwa jumlah 13 juta aborsi itu dirasa akurat. Penduduk Cina menjadi lebih terbuka soal seks di tengah pertumbuhan ekonomi dan reformasi sosial yang terjadi selama beberapa dekade terakhir. Dan umumnya mereka bisa menerima tentang konsep seks pranikah. Toko-toko yang menjual kebutuhan seks, seperti boneka-boneka erotis, buku dan majalah porno, kondom, dan berbagai pelumas seks, juga merupakan hal yang mudah ditemukan sekarang. Chang Yongjie, pejabat di Pusat Riset Sains dan Teknologi, mengatakan tak bisa memberikan konfirmasi tentang laporan China Daily (Koran Tempo, Jumlah Aborsi di Cina Tertinggi di Dunia, Sabtu 1 Agustus 2009)

Iklan