AS Setujui Empat Produsen Vaksin H1N1

10 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Washington. Menteri Kesehatan AS, Kathleen Sebelius mengatakan kepada parlemen pada hari Selasa 15 September 2009, bahwa Para pejabat kesehatan AS telah menyetujui vaksin dari empat pabrik farmasi untuk membantu mencegah virus H1N1 atau flu babi, dengan memastikan akan cukup untuk menyuntik orang Amerika yang menginginkan penyembuhan. US Food and Drug Administration menyetujui vaksin yang dibuat oleh Sanofi-Aventis SA, CSL Ltd, Medimmune, dan Novartis AG untuk strain influenza H1N1 tersebut.

Badan Makanan dan Farmasi AS (FDA) mengatakan bahwa Ada sekitar 300 juta orang saat ini yang akan membutuhkannya. Dosis pertama harus tersedia dalam waktu empat minggu. Produsen dan pemerintah telah berjuang untuk mendapatkan vaksin pada target baru flu strain H1N1, yang dinyatakan sebagai pandemi pada bulan Juni 2009. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa virus itu dapat menulari sepertiga dari penduduk dunia, atau 2 miliar orang.

Sebelius mengatakan pemerintah AS telah memesan untuk membeli 195 juta dosis dari total lima produsen dan pembelian lebih cenderung tergantung pada berapa banyak orang yang memutuskan untuk mendapatkan vaksinasi. GlaxoSmithKline Plc juga telah mengembangkan vaksin H1N1 dan mendapatkan persetujuan dari FDA.

Beberapa pengamat menyatakan skeptis dan mempertanyakan keamanan vaksin-vaksin itu, terutama mengingat perkembangan yang cepat. Uji klinis untuk sebagian besar orang dewasa dimulai pada awal Agustus. FDA mengatakan, sejauh ini, data awal menunjukkan sebagian besar orang dewasa yang sehat memiliki respon imun yang baik delapan sampai 10 hari setelah menerima suntukan. Studi-studi lain sedang dilakukan untuk anak-anak dan wanita hamil. Dr Jesse Goodman, kepala ilmuwan FDA menyatakan bahwa vaksin H1N1 yang disetujui tersebut telah melewati pengawasan ketat dari FDA, pengujian kualitas produk dan menggunakan prosedur yang berlaku untuk vaksin influenza musiman.

Para pejabat AS meluncurkan program vaksinasi pada pertengahan Oktober dengan menyuntik penduduk, termasuk mereka yang paling berisiko seperti wanita hamil dan anak-anak muda usia 6 bulan sampai 24 tahun. Sebelius mengatakan bahwa vaksin H1N1 adalah gratis, tetapi beberapa penyedia layanan kesehatan mungkin mungkin akan mengutip biaya administrasi. Pemerintah federal berencana untuk mencairkan sekitar $.1,4 milyar bagi rumah sakit.

Musim flu di AS umumnya terjadi pada Oktober sampai Mei, namun para pejabat Amerika melihat kasus H1N1 sepanjang musim. “Fakta bahwa vaksin tidak akan terdistribusi sampai Oktober 2009 yang membuat penyebaran flu makin kritis,” kata Sebelius (Reuters)

Iklan