Asal Usul Virus Influenza A atau H1N1 (Flu Babi) Terungkap

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Analisis terbaru terhadap virus influenza A atau H1N1 yang berasal dari babi memperkirakan bahwa transmisi ke manusia terjadi beberapa bulan sebelum merebaknya wabah. Hasil riset yang dipublikasikan dalam jurrial Nature tersebut menyoroti perlunya pemantauan influenza pada babi secara sistematis, dan menyediakan bukti bahwa elemen genetik baru pada babi dapat menghasilkan bangkitnya virus yang berpotensi menimbulkan pandemi pada manusia.

Oliver Pybus dari Departemen Zoology Oxford University menggunakan metode komputasional, yang telah dikembangkan selama 10 tahun terakhir di Oxford, mampu merekonstruksi asal-usul dan rentang waktu pandemi baru tersebut. Oliver Pybus mengatakan bahwa hasil analisis memperlihatkan strain ini telah beredar di antara babi, mungkin antarbenua, selama bertahun-tahun sebelum menular pada manusia.

Bersama Andrew Rambaut dari University of Edinburgh dan koleganya, Pybus menggunakan analisis evolusioner untuk memperkirakan rentang waktu asal-usul dan perkembangan awal epidemi. Mereka yakin bahwa virus itu adalah tigunan dari beberapa virus yang bersirkulasi dalam tubuh babi, dan transmisi awal kepada manusia terjadi beberapa bulan sebelum wabah diketahui.

Tim peneliti yang tergabung dari sejumlah perguruan tinggi, seperti Oxford University, University of Edinburgh, University of Hong Kong, dan University of Arizona tersebut menyimpulkan bahwa pemantauan sistematis terhadap flu pada babi masih minim bila dibandingkan dengan pemantauan yang luas terhadap influenza pada manusia. Hal itu memungkinkan strain yang berpotensi menimbulkan pandemi bertahan hidup dan berevolusi tanpa terdeteksi selama bertahun-tahun (Sumber: Koran Tempo, Asal Usul Flu Babi Terungkap, Rabu 17 Juni 2009).

Iklan