Bahan Kimia pada Kunyit Membunuh Sel-Sel Kanker Tengorokan

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Peneliti dari Cork Cancer Research Center di Irlandia pada hari Rabu 28 Oktober mengatakan bahwa sebuah molekul ditemukan dalam bahan kari kunyit dapat membunuh sel-sel kanker tenggorokan di laboratorium, sehingga disarankan kemungkinan dapat dikembangkan sebagai obat anti kanker.

Peneliti melakukan percobaan pada sel-sel kanker tenggorokan dengan kari curcumin (sebuah bahan kimia yang ditemukan di bumbu kunyit). Kunyit mulai membunuh sel-sel kanker setelah berlangsung waktu 24 jam. Sel juga mulai mencerna diri mereka sendiri. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam British Journal of Cancer.

Sebelumnya, penelitian ilmiah menunjukkan curcumin dapat menekan tumor dan orang yang makan banyak kari mungkin lebih kebal terhadap penyakit, meskipun curcumin kehilangan sifat-sifat anti kanker dengan cepat jika tertelan. Tapi Sharon McKenna, menyarankan suatu potensi bagi para ilmuwan untuk mengembangkan curcumin sebagai obat anti kanker tenggorokan. Kanker tenggorokan membunuh lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia setiap tahun. Tumor ini mematikan dalam lima tahun dengan tingkat kelangsungan hidup hanya 12-31 persen.

Biasanya, sel-sel rusak akan mati karena terprogram melakukan bunuh diri atau apoptosis yang terjadi saat protein yang disebut caspases aktif dalam sel. Tetapi sel-sel ini tidak menunjukkan bukti reaksi bunuh diri dan penambahan sebuah molekul yang menghambat caspases dan menghentikan mutasi. Hal ini menunjukkan bahwa curcumin menyerang sel-sel kanker menggunakan sistem sensor sel alternatif. Sebelumnya peneliti dari AS pada tahun 2007 telah menemukan curcumin dapat membantu merangsang sistem kekebalan sel-sel melawan penyakit Alzheimer.