Belanja Iklan Kampanye Pemilihan Presiden Tembus Rp 3 Triliun

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Dewan Pers memperkirakan pendapatan iklan kampanye pemilihan presiden yang diterima media massa nasional hingga pekan ketiga Juni 2009, sudah mencapai Rp3 triliun. Wakil Ketua Dewan Pers, Leo Batubara, mengatakan bahwa hitungan kasar omzet iklan sudah mencapai Rp3 triliun, merupakan penerimaan media elektronik seperti televisi dan media cetak nasional. Perkiraan pendapatan iklan tersebut diperkirakan akan terus berlipat ganda bila pemilihan berlangsung hingga dua putaran.

Bagi media massa tentu saja akan lebih besar lagi keuntungkan yang diperoleh bila pilpres berlangsung dua putaran. Putaran pertama berlangsung pada tanggal 8 Juni 2009. Posisi media massa di masyarakat kini semakin dominan, sebab lebih dari 80 persen penduduk Indonesia menjadi pembaca, pendengar, dan pemirsa berbagai media yang ditawarkan. Penyebaran media massa pun semakin merata, kalau 10 tahun silam masih terfokus di daerah perkotaan, saat ini masyarakat desa terpencil pun sudah menikmati siaran televisi atau membaca surat kabar.

Di sisi lain dengan peningkatan pendapatan iklan tersebut, tetaplah media harus mengedepankan independensi. IkIan tetap akan namun netralitas dalam pemberitaan harus tetap dijunjung tinggi sebagaimana isi Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Sementara itu, media massa di Indonesia ternyata dituduh masih jauh dari kesan netral. Hal itu dibuktikan oleh Director Strategy Public Relation, Ali Nurdin, dalam penelitian yang dilakukan tentang Pilpres dan Netralitas yang menunjukkan rendahnya pemberitaan terhadap pasangan non penguasa, Mega-Prabowo. Rata-rata porsi pemberitaan terhadap Mega-Prabowo paling rendah dibandingkan dua pasangan lain. Hal tersebut menunjukkan pemberitaan sebagian besar media massa nasional terhadap ketiga capres ini tidak berimbang.

Hampir semua media massa nasional, baik cetak, online, maupun televisi sangat intens dalam memberitakan pasangan SBY-Boediono dan JK-Wiranto. Penyebabnya, mungkin karena pasangan Mega-Prabowo sama sekali tidak terlibat dalam pemerintahan. Penelitian Strategy Consulting dilakukan pada 10-16 Juni 2009 pada enam buah harian nasional, yakni Kompas, Tempo, Media Indonesia, Republika, Rakyat Merdeka, dan Suara Pembaruan. Tiga portal berita, yakni Detik.com, Antaranews.com, dan Inilah.com. Sementara empat stasiun televisi adalah TVOne, Metro TV, RCTI, dan SCTV.

Kategorisasi dilakukan berdasarkan judul berita, kepala berita, dan sumber berita. Sementara, kategori berita netral adalah apabila menyebut lebih dari satu nama capres/cawapres pada judul, kepala berita, dan sumber berita (Republika, ”Iklan Kampanye Mancapai Rp.3 Triliun”, Sabtu 20 Juni 2009)

Iklan