Bencana Kelaparan dan Penyakit Melanda Warga di Kabupaten Yahukimo Papua

10 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Sejumlah distrik di Kabupaten Yahukimo, Papua, mengalami bencana kelaparan, antara lain Suntamon, Langda, Bomela, Seradala, Walma, Pronggoli, dan Heryakpini. Menurut tokoh agama setempat, Pendeta Isak Kipka, saat ini sudah ada sekitar 92 warga yang meninggal akibat kelaparan di wilayah tersebut. Jika pemerintah tidak membuka mata untuk masalah bencana kelaparan yang melanda sejumlah distrik di Kabupaten Yahukimo, kematian warga akan terus meningkat.

Bencana kelaparan di Yahukimo tidak kali ini saja terjadi. Pada tahun 2005, bencana serupa terjadi dan menelan korban jiwa hingga 128 orang. Dari jumlah itu, tujuh orang tewas berasal dari Suntamon. Kini sekitar 2.500 warga yang tersebar di delapan kampung di Suntamon juga mengalami bencana kelaparan. Hal itu terjadi karena hasil kebun yang mereka tanam mengalami gagal panen.

Menurut Kepala Distrik Suntamon Niko Banjo, bencana kelaparan di wilayahnya sudah terjadi sejak empat bulan sebelumnya. Akibatnya, 13 orang meninggal, kebanyakan anak-anak. Kematian mereka dipicu karena mereka tidak makan, sehingga mengakibatkan penyakit lainnya, seperti muntaber, malaria, dan amuba. Tenaga medis yang berada di wilayah tersebut juga kesulitan menangani para pasien. Dan delapan kampung yang tersebar itu, hanya ada sekitar tiga balai pengobatan. Masyarakat yang ingin berobat kadang-kadang tidak kuat berjalan kaki menuju balai pengobatan terdekat. Letak kampung yang satu dengan kampung yang lain sangat jauh. Mereka juga harus berjalan kaki, mendaki dan menuruni gunung.

Bencana kelaparan, sudah diduga sebelumnya. Sebab, sepanjang tahun 2009 curah hujan di Yahukimo masih tinggi. Akibatnya, hasil kebun warga tidak optimal untuk dikonsumsi. Umbi-umbian yang ditanam hasilnya sangat kecil, bahkan banyak yang mati. Jadi, jika hasil kebun tidak berbuah, masyarakat pun tidak makan.

Depsos Belum Tahu

Di lain pihak, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Jumat 4 September 2009, mengatakan bahwa Departemen Sosial belum menerima laporan resmi soal kasus tewasnya puluhan orang akibat kelaparan yang melanda Yahukimo, Papua. Begitu pula dengan Wakil Gubernur Papua, Alex Hasegem meragukan soal laporan kelaparan yang mengakibatkan kematian 92 warganya di Kabupaten Yahukimo. Paceklik di Yahukimo, biasanya terjadi karena cuaca berubah-ubah, yang membuat hasil kebun terganggu. Penduduk biasa menanam ubi jalar (betatas) sebagai bahan pangan pokok.

Diduga banyak warga yang meninggal karena penyakit lain akibat situasi paceklik. Saat paceklik, busung lapar dan wabah penyakit lain bisa terjadi. Jadi mungkin mereka meninggal bukan karena kelaparan. Sekalipun ragu akan kebenaran laporan kelaparan ini, menurut Wakil Gubernur, pihaknya menyiapkan 5 ton bahan makanan dan siap dikirim ke Yahukimo.

Pemerintah Gagal Jalin Komunikasi

Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, hingga Jumat 4 September 2009, mengirim tim di empat dari tujuh distrik yang dilaporkan, tetapi belum menemukan kasus kelaparan. Sekretaris Daerah Kabupaten Yahukimo Robby Longkutoy menyatakan hal tersebut saat dihubungi di Sentani. Hal senada dikemukakan Wakil Bupati Yahukimo Daniel Rendeng. Longkutoy dan Rendeng dimintai konfirmasi terkait dengan pernyataan Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua di Indonesia Markus Haluk, Jumat siang di Jayapura, tentang bencana kelaparan yang melanda Yahukimo.

Mengacu data yang dihimpun Yayasan Kristen Pelayanan Sosial Masyarakat Indonesia (Yakpesmi) di Papua, Markus Haluk menyatakan, jumlah korban jiwa akibat kelaparan sepanjang Januari-Agustus 2009 mencapai 96 orang. Mereka tersebar di Distrik Suntamon, Langda, Bomela, Seredala, dan Nitsan. Longkutoy menyatakan bahwa pihaknya terkejut dengan informasi itu karena akhir Juli 2009 di Dekai, ibu kota Yahukimo, ada rapat kerja yang diikuti semua kepala kampung di Yahukimo. Saat itu tidak ada kepala kampung yang melaporkan kasus kelaparan.

Di Distrik Ubahak, Anggruk, dan Pronggoli, tim yang terdiri dari tenaga medis, petugas bidang pertanian, dan kesejahteraan sosial memang menemukan gejala tanaman ubi jalar, makanan pokok warga setempat, terserang penyakit. Panen berkurang. Mulai ada kekurangan stok bahan makanan, tetapi belum ada laporan ada warga meninggal karena kelaparan. Gagal panen ubi disebut Ketua DPRD Kabupaten Yahukimo, Didimus Yahuli sebagai pemicu kematian warga. Akibat kelaparan, warga tidak tahan saat terserang sejumlah penyakit, antara lain malaria dan diare. DPRD akan menjadwalkan pemanggilan terhadap pemerintah daerah untuk menjelaskan kasus ini.

Kasus ini menunjukkan komunikasi antara bupati, kepala distrik, dan kepala kampung tidak berjalan. Kasus ini telah terjadi sejak Januari, tetapi hingga kini belum ada tindakan konkret dari pemkab. Rencananya, Longkutoy akan ke Distrik Langda, Bomela, dan Suntamon. Menurut Longkutoy dan Rendeng, perjalanan ke kampung-kampung itu hanya bisa dilakukan lewat transportasi udara. Komunikasi radio juga sering terganggu cuaca.

Koran Tempo, Warga Yahukimo Mati Kelaparan, Jumat 4 September 2009
Koran Tempo, Pemerintah Belum Terima Laporan, Sabtu 5 September 2009
Kompas, Yahukimo Turunkan Tim, Sabtu 5 September 2009.

Iklan