Berita tewasnya Noordin M Top Saat Penggerebekan Densus 88 di Kabupaten Temanggung Jadi Fokus Media Internasional

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Jawa Tengah kembali menjadi headline sebagai sarang teroris di Indonesia. Setelah Kota Sukoharjo sebagai base kamp Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, dengan pemimpinannya KH Abubakar Ba’asyir, telah kesohor ke seluruh penjuru dunia. Kini, kota Temanggung giliran menjadi pusat perhatian dunia. Inilah adegan paling seru dalam perburuan teroris pasca peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Di samping semua orang bisa menyaksikannya secara live di berbagai tayangan televisi, adegannya pun berdurasi hampir 18 jam. Sebagai sebuah tontonan tentu sangat memuaskan. Bandingkan dengan film-film action Hollywood yang hanya punya masa putar rata-rata dua jam. Drama dari Temanggung sungguh mendebarkan.

Terlepas dari perdebatan apakah yang tertembak mati itu Noordin M. Top sungguhan atau teroris yang lain. Dalam waktu serentak, polisi berhasil membongkar simpul dan markas-markas terorisme, salah satunya dilumpuhkan Sabtu 8 Agustus 2009. Selanjutnya, dukungan masyarakat tentu akan sangat penting. Sebab, meskipun yang tertembak mati itu benar Noordin M. Top, namun sel-sel yang telah dia semai akan menjadi bibit teror baru di masa mendatang. Masyarakat harus senantiasa waspada.

Berita tewasnya Noordin M. Top dalam operasi Densus 88 di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, tidak hanya diliput media massa lokal. Media-media di luar negeri juga memberi porsi liputan cukup besar, meski tidak menjadi berita utama atau headline. Bahkan koran pagi Herald Sun, menulis berita dalam beberapa angle dlengkapi profile Noordin M. Top serta kilas balik rentetan serangan bom di Indonesia selama tahun 2001-2009. Sejumlah media asing yang lain hanya menulis tentang kemungkinan Noordin M. Top tewas dalam operasi, karena Kapolri Bambang Hendarso Danuri belum memastikan Noordin tewas.

  1. CNN, misalnya, menulis berita dengan mengutip sumber. Judulnya, “Sources: wanted terror suspect top killed” (Sumber: buron utama tersangka teror tewas).
  2. Kantor berita Associated Press (AP) rnenurunkan berita berjudul “Tersangka Militan Paling Diburu Tertangkap setelah Bertahun-tahun Lolos”.
  3. Kantor berita UPI menulis, “Indonesian Police: Terror Suspect Killed” (Polisi Indonesia: Tersangka Teror Tewas).
  4. Di Australia, surat kabar Adelaide Now menulis berita berjudul “Terror Mastermind Killed” (Dalang Teror Tewas Terbunuh).
  5. Koran pagi yang berpusat di Melbourne, Herald Sun, mengangkat berita Noordin dalam beberapa angle. Untuk berita utama, mereka nggunakan judul “Asian Terror Kingpin Dead” (Raja Teror Asia Tewas). Lalu, ada angle lain berjudul “Terrorists Planned to Kill President Susilo Bambang Yudhoyono” yang ditulis Cindy Wockner berdasar keterangan Kapolri Jenderal polisi Bambang Hendarso Danuri. Mereka juga menulis profile Nordin berjudul “Who Is Noordin Mohammed Top?” Ditulis pula daftar serangan terror bom di Indonesia sejak 2001 hingga 2009.
  6. Bloomberg, menulis berita berjudul “Indonesia Police Probably Killed Noordin in Raid” (Polisi Indonesia Mungkin Menewaskan Noordin dalam Serangan).
  7. International Herald Tribune memberitakan “Qaeda Figure Is Reported Dead” (Tokoh Al Qaidah Dilaporkan Tewas).
  8. Times Online menulis “Militant Behind Jakarta Bombings Thought Dead (Militan di Balik Pengeboman Jakarta Diperkirakan Tewas).
  9. ABC News di Australia menulis berita berjudul “Top Terror Leader Reportedly Killed in Indonesia” (Pemimpin Teroris Terkemuka Dilaporkan Tewas di Indonesia).
  10. Di Malaysia, sejumlah media memilih hal sama. Kantor berita Bernama menulis “Asia’s Most Wanted Said Killed in Indonesia” (Buron Paling Dicari di Asia Dilaporkan Tewas di Indonesia).
  11. Harian nasional Malaysia Sun memilih judul “Top Terrorist in Asia May Have Been Killed in Indonesia” (Tokoh Teroris di Asia Mungkin Tewas di Indonesia).





Jawa Pos, Sejumlah Media Asing Beritakan Diduga Tewas, Minggu 9 Agustus 2009
Jawa Pos, Drama Live Yang Menegangkan, Minggu 9 Agustus 2009

Iklan