Bernard Madoff Mantan Pimpinan Bursa Wall Street Dihukum 150 Tahun Penjara

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Mantan pemimpin bursa saham, Nasdaq di Wall Street, Bernard Madoff (71), hari Senin 29 Juni 2009, divonis hukuman 150 tahun penjara sesuai dengan tuntutan maksimum atas penggelapan uang senilai miliaran dollar oleh pengadilan distrik New York. Madoff sudah menjalani tahanan selama enam bulan terakhir.

Bernard Madoff, yang dikalangan dunia finansial sangat disegani tersebut mendapat vonis atas pasal berlapis dari hakim Denny Chin. Sebelum menjalani sidang terakhirnya, para pengacara Madoff, Ira Sorkin meminta agar hanya dihukum maksimal 12 tahun penjara dengan alasan bahwa umur Madoff sudah menua.

Sebagian besar ahli hukum memperkirakan setidaknya Madoff akan diganjar hukuman 20 tahun penjara. Ternyata hakim Denny Chin menjatuhkan mantan pemimpin Nasdaq ini dengan hukuman maksimum. Madoff dahulu adalah orang penting di pasar saham karena dipercaya memiliki sentuhan tangan seperti Midas, tokoh yang dapat mengubah semua hal jadi emas. Saat ini Madoff menjadi pesakitan yang harus meringkuk di sel penjara dingin dan sempit.

Madoff mengakui 11 tuduhan kepadanya atas penipuan, penggelapan, dan pencurian, dan penyebab kekacauan finansial pada Maret 2009. Deretan korbannya juga tidak sedikit, mulai dari selebriti di Hollywood, bank besar dan perusahaan terkenal di seluruh dunia, bahkan dana pensiun sampai yayasan amal. Tidak hanya itu, orang biasa dengan investasi pas-pasan dan berharap dapat hidup tenang pada hari tua juga ikut menjadi korban Madoff.

Madoff di persidangan menyatakan bahwa dana miliaran dollar AS yang diserahkan ke tangannya untuk dikelola selama tiga dekade, namun tidak satu sen pun diinvestasikan di pasar modal. Dia hanya menumpuk dana tersebut pada rekening di Bank Chase Manhattan. Dana dari investor baru digunakan untuk membayar dividen kepada para investor lama. Skema seperti itu dikenal dengan nama skema Ponzi.

Jaksa penuntut menyatakan bahwa sekitar 13 miliar dollar AS telah diserahkan kepada Madoff untuk dikelola. Madoff didakwa telah menggelapkan dana masyarakat hingga 50 miliar dollar AS ke dalam skema ponzi yang dilakukan sejak tahun 1990. Madoff sama sekali tidak menyertakan dana tersebut ke dalam investasi saham seperti yang dijanjikannya. Angka tersebut sangat besar, lebih besar dari produk domestik bruto yang dimiliki negara Luksemburg, dan lebih dari utang luar negeri beberapa negara miskin di Afrika.

Hakim Denny Chin juga mewajibkan Madoff untuk menyerahkan asetnya yang dianggap didapatkan secara tidak sah. Pengadilan distrik New York juga memerintahkan agar istri Madoff, Ruth, juga melepaskan aset senilai 85 juta dollar AS. Madoff membuat kerugian keuangan termasuk memindahkan dana sebesar 5 juta dolar AS, uang perusahaannya ke dalam rekening pribadi instrinya Ruth.

Pemimpin Wall Street yang dulu dihormati orang ini harus terpuruk dalam penjara sempit untuk hukuman maksimum atas perbuatan yang dilakukannya. Para investor sangat menantikan putusan atas Madoff yang menjalani tahanan sejak Maret. Hingga vonis Madoff dijatuhkan, pihak penyelidik masih tetap mengembangkan kasus ini, diperkirakan ada 10 orang lagi yang akan diadili yaitu keluarga dan para karyawan Madoff. (Kompas, ”Madoff Dihukum 150 Tahun”, Selasa 30 Juni 2009).


Iklan