Besaran Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen Pada RAPBN 2010 Kurang Ekspansif

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Pemerintah memperkirakan dengan laju perekonomian 5 persen pada tahun 2010 akan menekan tingkat pengangguran ke level 8 persen. Menteri Keuangan sekaligus Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati optimistis jika laju perekonomian 2010 mencapai 5 persen, akan ada lapangan kerja baru untuk 1,87 juta tenaga kerja. Menurut dia, semua itu sudah memperhitungkan penciptaan lapangan kerja baru bagi para pengangguran saat ini ditambah dengan angkatan kerja baru 2010.

Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta mengatakan bahwa jumlah pengangguran hingga Agustus 2009 sebanyak 9,26 juta orang atau 8,14%, sedangkan angkatan kerja baru tahun 2010 diperkirakan 1,7 juta orang. Pemerintah meyakini lapangan kerja yang dapat tercipta dari pertumbuhan ekonomi 5% sebanyak 1,87 juta lapangan kerja. Kalau dibandingkan dengan tambahan angkatan kerja baru dan lapangan kerja yang tersedia, masih ada surplus 170 ribu lapangan kerja untuk menekan angka pengangguran dari 8,14% pada 2009 menjadi 8% pada 2010.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato penyampaian RAPBN 2010 dan nota keuangan mengatakan pada 2010 pemerintah fokus pada upaya pemulihan ekonomi yang salah satunya didukung oleh pembangunan pertanian, infrastruktur, dan energi dengan alokasi anggaran Rp61,2 triliun.

Diharapkan upaya itu mampu menghasilkan banyak hal positif bagi perekonomian Indonesia. Pertama, tercapai laju pertumbuhan ekonomi setidaknya 5%. Kedua, peningkatan investasi dalam bentuk pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 8,5%. Ketiga, penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 8% dari angkatan kerja.

SBY juga mengatakan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp37 triliun untuk Pemeliharaan Kesejahteraan Rakyat serta Penataan Kelembagaan dan Pelaksanaan Sistem Perlindungan Sosial. Sasaran yang hendak dicapai dari prioritas tersebut adalah menurunkan angka kemiskinan menjadi 12%-13,5% pada 2010.

RAPBN 2010 Kurang Ekspansif

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) MS Hidayat mengatakan pertumbuhan ekonomi dalam RAPBN 2010 yang diajukan pemerintah kurang ekspansif. Target pertumbuhan 5% belum menciptakan lapangan kerja. Seharusnya, di atas itu. Hidayat mengusulkan kepada pemerintah agar memperbesar defisit RAPBN 2010 dari 1,6% PDB atau Rp 98 triliun menjadi 2% PDB. Kenaikan defisit itu, untuk memperbesar alokasi stimulus fiskal, terutama belanja infrastruktur. Apalagi dalam UU Keuangan Negara defisit APBN ditentukan tidak lebih dari 3%. Jadi, UU membolehkan pembesaran defisit.

Penyerapan stimulus yang cenderung lambat pada 2009 dikarenakan oleh implementasi yang buruk. Hal itu sesuai dengan prioritas pemerintah memajukan sektor riil. Namun, pemerintah juga perlu memperhatikan aspek kepastian hukum. Sektor riil jadi prioritas utama, tapi dengan memperbaiki regulasi dan kepastian hukum ekonomi akan jalan. Prioritas pemerintah yang pertama seharusnya terkait dengan reformasi birokrasi. Pasalnya, penyerapan anggaran yang rendah disebabkan oleh hambatan birokrasi. Menaikkan gaji itu baik. Tetapi harus ada reward and punishment. Manajemen pemerintah sekarang perlu mengacu pada manajemen korporasi.

Anggota Komisi XI DPR Dradjad Hari Wibowo mengatakan pemerintah perlu menggeser insentif dan sektor keuangan ke sektor pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada program yang diambil. Insentif yang dialirkan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan, lebih banyak ke sektor keuangan, bukan sektor. Terkait dengan stimulus fiskal, terjadi penyerapannya yang lamban. Prosedurnya masih cukup lama dan birokrasi berbelit-belit. Stimulus lebih ke konotasi politis daripada ekonomi. Efeknya juga tidak besar karena lebih banyak ke insentif pajak, sedangkan belanja langsung kecil.

Pada 2010 pemerintah disarankan tidak mengalokasikan stimulus fiskal. Namun, tetap menambah belanja langsung dalam APBN. Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Hary Azhar Aziz mengatakan pihaknya mengusulkan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 7%. Pemerintah selalu memakai referensi pertumbuhan ekonomi dunia dari IMF. Harusnya prediksi pertumbuhan Indonesia bisa sampai 7%.

Suara Merdeka, Pengangguran Ditekan Hingga 8%, Selasa 4 Agustus 2009
Suara Merdeka, Pertumbuhan Ekonomi Sebesar 5% Belum Mampu Ciptakan Lapangan Kerja, Selasa 4 Agustus 2009

Iklan