Briket Isi Rumen Dari Lambung Sapi Untuk Bahan Bakar Alternatif

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Tim mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Bandung, memperkenalkan rumen sebagai alternatif bahan bakar. Rumen yang dikemas dalam bentuk briket seukuran batako, rumput setengah hancur yang didapat dari dalam lambung sapi tersebut dapat menghasilkan nyala api sampai satu jam dalam tungku yang sudah banyak beredar di pasaran.

Tim peneliti yang terdiri atas Haryono, Lilis Antasari, Meisa Wartini, Ayu Pratiwi, dan Sichi Miki Yantika, seluruhnya mahasiswa nutrisi semester enam, menamai karya ilmiahnya dengan ”Briket Isi Rumen” dan dipamerkan dalam program kreativitas mahasiswa Universitas Padjadjaran, 8-11 Juni 2009 yang telah mengalahkan lebih dari 100 karya kreativitas mahasiswa di kampus tersebut. Kemudian pada tanggal 13-25 Juli 2009 dipamerkan saat Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Universitas Brawijaya, Malang.

Nyala api yang dihasilakan bisa membakar rumen kering sampai habis dan tak berbau amoniak. Rumen bersifat seperti kayu yang bisa dibakar. Rumput biasa memang bisa untuk dipakai sebagai bahan briket. Namun, proses di dalam lambung sapi mempersingkat proses penghancuran rumput, selain itu dapat untuk mengurangi limbah (rumen).

Potensi rumen cukup berlimpah dari rumah pemotongan hewan. Di kota Bandung saja, dalam sehari paling tidak ada 200 ekor sapi yang dipotong. Rumen basah yang dikeluarkan dari lambung sapi bisa mencapai 25 kilogram per sapi, sehingga setiap rumah potong sapi dapat menghasilkan rumen 5000 kg per hari. Biasanya dibuang begitu saja ke kali.

Dengan memperkenalkannya sebagai briket, Haryono dan tim berharap para tukang jagal dan ibu rumah tangga sekitarnya bisa memanfaatkan sekaligus mencari penghasilan tambahan. Dari empat karung rumen basah (kadar air 70-80 persen) bisa didapat dua karung rumen kering. Rumen lalu dicampur dengan perekat aci, perbandingan yang digunakan 1:1, sebelum olahan dimasukkan ke alat cetak seperti pada pembuatan batako dan dikeringkan dari sinar matahari langsung untuk siap digunakan (Sumber: Koran Tempo, ”Briket Isi Rumen Sapi”, Selasa, 16 Juni 2009).

Iklan