Cagar Biosfer Giam Siak Kecil dan Bukit Batu di Riau

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Cagar biosfer yang dimiliki Indonesia bertambah dengan diresmikannya Giam Siak Kecil dan Bukit Batu, Riau, menjadi cagar biosfer pada 26 Mei 2009. Penetapan kawasan yang terletak di antara Kabupaten Siak dan Bengkalis tersebut sebagai cagar biosfer melengkapi enam cagar biosfer Indonesia lainnya, yaitu cagar biosfer Gunung Leuser, Pulau Siberut, Cibodas, Tanjung Puting, Pulau Komodo, dan Lore Lindu.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Endang Sukara, selaku Ketua Komite Nasional Program Man and the Biosphere (MAB)-UNESCO Indonesia, mengatakan bahwa melalui cagar biosfer, masyarakat bisa merasakan manfaat dari kekayaan alam hayati Indonesia. Dengan konsep pengelolaan kawasan konservasi yang baru, pembangunan ekonomi di kawasan tersebut ikut diperhatikan.

Inisiatif pembangunan cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu tersebut berawal pada tahun 2004, melibatkan Sinar Mas Forestry (SMF) yang mengalokasikan sebagian area hutan produksinya seluas 72.255 hektare untuk tujuan konservasi secara permanen. Kawasan itu diubah menjadi koridor ekologi yang menggabungkan dua suaka margasatwa, Giam Siak Kecil dan Bukit Batu.

Cagar biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu dibagi menjadi tiga zonasi, yaitu zona inti (seluas 178.722 hektare), zona penyangga (222,425 hektare), dan zona transisi (304.123 hektare). Canecio Peralta Munoz, penasihat lingkungan dan stakeholder engagement SMF, mengatakan pihaknya tak akan mengutak-atik area hutan produksi yang telah menjadi kawasan cagar biosfer.

Direktur Program Komite Nasional Program MAB LIPI Y. Purwanto menyatakan, bila dijalankan dengan benar, cagar biosfer dapat mencegah kebakaran hutan yang kerap terjadi di provinsi tersebut dan mengubah citra Riau, yang dikenal sebagai pengekspor asap. (Sumber: Koran Tempo, Cagar Biosfer Baru Indonesia, Rabu 17 Juni 2009).

Iklan