Dana Terorisme Dari Usamah Bin Laden

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Jika memang benar bahwa serangan teroris yang meledakkan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009 lalu dibiayai Usamah bin Laden, lantas siapa yang menjadi kurir masuknya dana asing tersebut? Kasus itu menyebut keterlibatan dua orang, yakni Iwan Herdiansyah dan Alkhelaiwi Ali Abdullah yang sebelumnya disebut Ali Mohammad Abdillah. Iwan adalah warga Cibingbin, Kuningan, yang ditangkap tim Densus 88. Hampir bersamaan dengan penangkapan Iwan, petugas yang diduga sebagai tim Densus 88 menangkap Ali Abdullah yang merupakan warga Timur Tengah. Ali atau yang biasa disapa Babah Ali itu ditangkap di Nagreg, Garut. Dia sebelumnya tinggal di rumah kontrakan di Kelurahan Cirendang, Kuningan.

Iwan dan Ali itulah yang menurut sumber tersebut berperan membawa masuknya dana asing dari Usamah bin Laden. Jalumya bisa melalui Arab Saudi, kemudian lewat jaringan militan di Malaysia. Hal tersebut dibenarkan salah seorang anggota senior Jamaah lslamiyah (JI), terutama pendanaan serangan pascabom Bali I. Sebelum bom Bali I, pendanaan dari Al Qaidah yang dipimpin Usamah Bin Laden melalui Ali Ghufron dan Hambali. Dua orang tersebut memang punya akses langsung ke Usamah.

Untuk bom Bali I, Usamah mengirimkan USD30 ribu (sekitar Rp.300 juta), Padahal, dalam praktiknya, pelaksanaan bom Bali I tersebut “hanya” menghabiskan sekitar Rp.160 juta. Itu pun penggunaannya tergolong boros. Banyak item belanja yang seharusnya tidak dipakai. Setelah bom Bali I, Muklas akhirnya ditangkap polisi dan Hambali ditangkap pemerintah AS, pendanaan sempat terhenti. Namun, tidak berarti berhenti total. Sebab, setelah itu, masih ada dana yang mengalir. Pendanaan bom Marriott 2003 dan Kedubes Australia 2004 tetap berasal dari Usamah melalui jaringan ikhwan-ikhwan Malaysia (Jawa Pos, Jalur Dari Saudi Lewat Malaysia, Kamis 20 Agustus 2009)