Debu Intan Berukuran Nanometer Bukti Tumbukan Komet yang Musnahkan Woolly Mammoth dan Orang Clovis

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Batu antariksa yang menghantam gletser di timur Kanada sekitar 12.900 tahun lampau kemungkinan besar punya andil menyapa binatang raksasa, seperi Wally mammoth musnah dari muka bumi. Efek tumbukan komet itu diperkirakan juga bertanggung jawab atas kematian manusia pertama yang mendiami benua itu, yaitu orang Clovis. Hasil studi terbaru ini juga menambah bukti bahwa ada tiga faktor yang terlibat dalam kepunahan binatang Zaman Es.

Bukti baru berasal dari intan berukuran nanometer yang belum lama ini ditemukan. Para ilmuwan menganggap intan tersebut sebagai petunjuk terkuat untuk mendukung argumen yang dapat menjelaskan kematian massal di wilayah tersebut pada masa Pleistocene akhir. Para ilmuwan telah lama beradu pendapat soal bencana apa yang menyebabkan peristiwa kepunahan massal, yang telah mengirimkan lebih dari tiga perempat binatang besar Zaman Es dan orang Clovis di Amerika Utara ke liang kubur mereka. Orang-orang Clovis adalah kelompok manusia Zaman Batu yang baru saja berimigrasi ke benua baru itu.

Dua penjelasan utama yang berkembang, baik perburuan besar-besaran yang dilakukan manusia maupun perubahan iklim, ternyata tidak cukup kuat untuk dianggap sebagai penyebab kepunahan massal tersebut. Menambahkan hunjaman komet sebagai faktor ketiga ternyata menghasilkan kombinasi bencana yang amat mematikan. Allen West, peneliti dari Science Consulting di Arizona yang terlibat dalam studi mengatakan bahwa Tidak ada cara untuk menyatakan berapa persentase dari tiap-tiap faktor yang berperpengaruh terhadap punahnya binatang raksasa. Namun, bisa dipastikan ketiganya menjadi penyebab baik tumbukan komet perubahan iklim hingga manusia.

Para ilmuwan telah melaporkan penemuan bukti adanya komet di kawasan itu berupa intan berukuran nanometer (nanodiamond), karbon mirip, kaca dan iridium. Ketiganya merupakan unsur yang langka di bumi. Namun, ini pertama kalinya ilmuwan melaporkan intan berbentuk heksagon. Nanodiamond yang dijuluki Lonsdaleite ini hanya ditemukan dalam meteorit atau kawah bekas tumbukan benda antariksa. Salah seorang anggota tim studi arkeologi dari University of Oregon, Douglas Kennett. Mengatakan bahwa Lonsdaleite hanya terbentuk dalam temperatur dan tekanan amat tinggi yang konsisten dengan hantaman benda kosmis, ini amat yakin bahwa intan nanometer itu adalah bukti kuat. Sejauh ini intan tersebut hanya ditemukan dalam meteorit dan kawah bekas tumbukan meteor di bumi, dan tampaknya adalah indikator terkuat bahwa telah terjadi tumbukan benda kosmis yang signifikan pada masa Clovis.

Tim ilmuwan Oregon itu menemukan butiran intan supermini pada kedalaman 4 meter di sedimen Ngarai Arlington, yang terletak di Pulau Santa Rosa. Pulau ini pernah terhubung dengan tiga pulau lain dari Kepulauan Northern Channel di lepas pantai California Selatan dalam sebuah daratan yang dijuluki Santarosae. Kennett dan timnya juga menemukan intan heksagon di sejumlah tempat lain di Amerika Utara dan Eropa. Dari bukti intan dan material lain itu, para ilmuwan bisa menganalisis bagaimana tabrakan komet memicu bencana bagi wolly mammoth dan orang-orang Clovis.

Satu atau beberapa obyek mirip komet dengan diameter hingga 2 kilometer menghunjam Kanada. Komet itu pastilah menabrak pada sudut miring, mengenai bongkahan es yang amat besar. Ini menjelaskan mengapa hingga sekarang para ilmuwan belum menemukan kawah komet tersebut. Dampak tabrakan komet itu kemudian memicu gelombang kebakaran besar. Dugaan ini didukung oleh jelaga yang ditemukan di kawasan itu selain adanya nanodiamond di situs Santa Rosa dan beberapa lokasi lain di seluruh Amerika Utara. Kebakaran itu mungkin telah membumihanguskan binatang-binatang besar dan manusia di dekatnya.

Para ilmuwan dalam laporan yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences menyatakan bahwa efek komet itu bisa jadi juga bertanggung jawab atas kepunahan pygmy mammoth dari Kepulauan Northern Channel. Dampak jangka panjang komet itu ada kemungkinan juga menyebabkan kematian binatang lain yang selamat. Ledakan besar seperti yang dihasilkan komet ini menyuntikkan banyak sekali uap air, komet terbuat dari air yang membeku menjadi es, sehingga peristiwa itu pada dasarnya telah menyebabkan terbentuknya awan di atas sebagian besar wilayah belahan bumi utara. Hal itu membuat segala sesuatu menjadi amat dingin dengan cepat.

Selain awan yang terbentuk akibat tumbukan komet, kebakaran memenuhi atmosfer dengan jelaga, uap air, nitrat oksida, dan debu yang menutupi sinar matahari. Gabungan itu menghasilkan pendinginan iklim yang amat cepat. Diduga tumbukan benda kosmis itu juga menyebabkan periode pendinginan (Younger Dryas). Sejauh ini tim peneliti berusaha mengetahui bagaimana terbentuknya nanodiamond bersisi enam tersebut. Mereka menduga temperatur tinggi dan tekanan tinggi yang diakibatkan tabrakan itu mengubah grafit di bumi menjadi intan heksagon. Es karbon dioksida yang terkandung dalam komet memungkinkan juga telah bertransformasi menjadi nanodiamond langka.

Terpendam di Enam Situs

Partikel halus debu intan yang banyak ditemukan dalam sedimen berusia 12.900 tahun lampau di enam situs di Amerika Utara telah memperkuat keyakinan sejumlah arkeolog bahwa komet langka yang kaya kandungan karbon dan air atau carbonaceous chondrite pernah menabrak bumi. Intan berukuran nanometer (sepersejuta meter), yang terbentuk dalam kondisi tekanan tinggi dan temperatur tinggi, terkonsentrasi di Murray Springs (Arizona), Bull Creek (Oklahoma), Gainey (Michigan), Topper (South Carolina) di Amerika Utara, serta di Lake Hind (Manitoba) dan Chobot (Alberta) di Kanada.

Nanodiamond seperti itu memang bisa diproduksi di bumi, tapi hanya bisa dibuat melalui ledakan bom berdaya ledak tinggi atau proses penguapan kimiawi. Debu intan yang ditemukan sejumlah ilmuwan itu terbenam di lapisan dasar sedimen, tepat di atas jasad fauna prasejarah yang telah punah, seperti mamut dan serigala dire. Sedimen itu juga menutupi artefak kebudayaan orang Clovis di Murray Springs, Arizona.

Miliaran intan nanometer dengan berat 10-2.700 parts per billion yang terkonsentrasi di enam lokasi itu ditemukan oleh tim yang dipimpin Douglas J. Kennet dari University of Oregon pada penggalian tahun 2008. Nanodiamond itu temukan dalam sedimen bercampur dengan lapisan Younger Dryas, tidak di atas maupun di bawahnya. Temuan ini adalah bukti kuat adanya tumbukan benda antariksa sekitar 12.900 tahun lampau yang mungkin telah menyebabkan dampak lingkungan yang amat besar bagi tumbuhan, binatang, dan manusia di seluruh Amerika Utara.


Koran Tempo, Komet Pembunuh Mamut, Selasa 28 Juli 2009.
Koran Tempo, Terpendam di Enam Situs, Selasa 28 Juli 2009.