Delapan Naskah Asli Tonil Bung Karno Masa Pembuangan Politik di Ende, Pulau Flores, Pada tahun 1934-1938 Diduga Hilang

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Delapan naskah asli tonil karya Bung Karno, Presiden Pertama RI, yang dibuat dalam masa pembuangan politik di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, pada tahun 1934-1938, diduga hilang. Delapan naskah itu berjudul Rahasia Kelimutu, Rendo, Jula Gubi, KutKutbi, Anak Haram Jadah, Maha Iblis, Aero Dinamit, dan Dr Setan. Hal itu dinyatakan peneliti Yuke Ardhiati di Situs Bung Karno di Jalan Perwira, Ende, Kamis 30 Juli 2009, seusai bertemu dengan pengelola Situs Bung Karno, Syafrudin Pua Ita.

Situs Bung Karno dengan membawa surat dari Yayasan Bung Karno yang ditandatangani ketua umumnya, Guruh Soekarno Putra. Yayasan Bung Karno menugaskan Yuke untuk menanyakan keberadaan naskah asli tonil karya Bung Karno dan meminta salinan naskah asli guna menambah koleksi Perpustakaan Yayasan Bung Karno. Naskah tonil asli berupa tulisan tangan. Tetapi yang ada di situs adalah salinan tulisan dengan mesin ketik.

Di halaman 63 buku Bung Karno dan Pancasila, Ilham Dart Flores untuk Nusantara (2006) tertera tanda terima naskah tonil tulisan Bung Karno selama di Ende tahun 1934-1938 dari Yusuf Ibrahim sebagai wakil kawan-kawan Bung Karno di Ende kepada Rahmawati Soekarno. Namun, naskah tonil tidak ditemukan di Yayasan Bung Karno di Jakarta. Rahmawati Soekarno menyatakan kepada Yuke bahwa berkas naskah tonil tercecer sejak petugas yayasan yang mengelola koleksi, Bagin, meninggal (Kompas, Delapan Naskah Asli Tonil Bung Karno Diduga Hilang, Jumat 31 Juli 2009)

Iklan