Eksperimen Simulasi Isolasi Perjalanan Manusia Selama 276 juta km ke planet Mars

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Ruang isolasi tanpa jendela
+ Dalam kapsul selama perjalanan 276 juta km ke planet Mars
+ Visi penerbangan ke sistem tata surya

(kesimpulan) Para insinyur Rusia dari sebuah institut penelitian di Moskow, Rabu 15 Juli 2009, telah membongkar segel penutup pada tiruan kapal angkasa luar yang telah dihuni enam pria. Pembukaan kapsul tersebut merupakan akhir masa isolasi penghuni selama 105 hari sebagai bagian dari eksperimen simulasi perjalanan manusia ke Planet Mars.

Sergei Ryazansky, pemimpin dari enam awak subjek eksperimen, menyatakan bahwa hal terberat adalah mengalami kehidupan terkunci dalam sebuah ruangan mirip gerbong kereta api tanpa jendela. Eksperimen etrsebut bertujuan untuk meniru kondisi yang harus dialami oleh para kosmonot di dalam kapsul selama perjalanan 276 juta km ke planet Mars kelak.

Pria-pria tersebut terpilih dari 6.000 pelamar dan dibayar 15 ribu euro atau sekitar Rp210 juta per orang. Mereka masuk ke ruangan itu sejak 31 Maret 2009 dan tidak pernah lagi berhubungan dengan dunia luar. Tak ada televisi atau internet di dalam kamar percobaan. Satu-satunya komunikasi adalah dengan pengawas eksperimen, yang juga mengawasi melalui kamera TV, serta surat elektronik internal. Komunikasi dengan dunia luar sengaja diberi jeda 20 merit untuk meniru penerbangan luar angkasa yang sebenarnya.

Tiap awak memiliki kamar sendiri-sendiri. Interiornya memiliki pintu logam seperti dalam kapal selam dan dilapisi kayu buatan seperti gaya Soviet pada tahun 1970-an. Fasilitas di dalam ruang eksperimen meliputi sebuah tempat olahraga dan kebun kecil. Modul tersebut juga dilengkapi peralatan latihan terbaru untuk kepentingan penelitian biomedis. Awak juga menyantap makanan khusus dan Memakai toilet yang mirip dengan toilet di pesawat luar angkasa.

Keenam subjek penelitian tersebut adalah Sergei Ryazansky (Rusia), Aleksei Baranov (Rusia), Aleksei Shpakov (Rusia), Oleg Artemyev, Oliver Knickel (Jerman), dan Cyrille Fournier (Perancis).

Sejumlah veteran penerbangan angkasa luar menganggap eksperimen semacam itu tidak terlalu bermanfaat. Namun, badan luar angkasa Rusia dan Eropa menganggapnya penting karena dapat mengenalkan manusia terhadap misi sesungguhnya ke Mars. Simonetta Di Pi po, direktur program penerbangan angkasa luar di European Space Agency menyatakan bahwa eksperimen tersebut penting dilakukan untuk penerbangan selanjutnya ke sistem tata surya. Psikolog Olga Shevchenko menyatakan bahwa peserta penelitian menghindari pertengkaran dengan cara mengikuti jadwal secara teratur. (Media Indonesia, Simulasi Perjalanan ke Mars Berakhir, Kamis 16 Juli 2009)

Iklan