Empat Jenis Hubungan Dalam Sel Jaringan Terorisme

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Hubungan famili atau kekerabatan
+ Hubungan guru dan murid
+ Hubungan alumnus madrasah atau pondok pesantren
+ Hubungan pertemanan

(kesimpulan) Mabes Polri tidak akan membiarkan gembong teroris nomor satu Noordin M. Top dan jaringannya bebas berkeliaran lebih lama. Polisi berjanji maksimal 41 hari lagi seluruh kasus pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton tuntas. Penyidik juga dilaporkan sudah menyiapkan teknik serta strategi untuk meringkus para pengebom dalam waktu singkat. Kadivhumas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna, Jumat 31 Juli 2009, mengatakan bahwa selama ini pengungkapan tidak lebih dari dua bulan. Kasus yang Bali 41 hari selesai.

Meski belum mengumumkan secara resmi jumlah orang yang sudah diperiksa, polisi yakin “operasi besar” yang dimulai semenjak aksi pengeboman JW Marriott dan Ritz-Carlton Jakarta, akan membuahkan hasil maksimal. Tidak main-main, polisi juga berani menargetkan bisa menangkap seluruh anggota jaringan pengebom sebelum HUT Kemerdekaan RI Ke-64/2009. Namun, langkah cepat tersebut bukannya tanpa koordinasi yang matang. Mabes Polri sangat terbantu oleh Densus 88 di tingkat polda. Setiap ada info, mereka segera merespons dengan cepat dan sangat efisien.

Jaringan teroris Noordin M. Top, tokoh yang paling bertanggungjawab dalam berbagai pengeboman di Indonesia, selalu punya komunitas yang bisa melindungi atau justru menyuplai kader. Noordin membajak kader orang lain. Mereka yang sudah punya dasar-dasar pemahaman tentang amaliyah jihad dan sirriyatul tanzhim (gerakan bawah tanah) bisa terbujuk tanpa sadar. Hal itu memang terbukti saat Densus 88 menangkap jaringan teror Palembang tahun 2008. Kelompok Noordin berhasil membajak kader Forum Anti Pemurtadan (Fakta) Palembang, Abdurrahman Taib, 35 tahun.

Abdurrahman sebelumnya lebih dikenal sebagai juru obat alternatif. Dari aktivitas itulah dirinya mulai dilabeli sebutan baru: ”ustad”. Aktivitasnya terus berkembang, termasuk aktif dalam Forum Anti Pemurtadan (Fakta) Palembang. Dari Fakta,Abdurrahman yang aktif berdakwah ke pelosok-pelosok kampung tersebut akhirnya berkenalan dengan Ustad Sugandhi, 42. Sugandhi yang juga telah ditangkap polisi, merupakan alumnus Afghanistan 1987-1992 yang aktif dalam sebuah pondok pesantren di Sumatera Selatan.

Jaringan perlindungan kelompok teroris mempunyai pola yang khas. Ada beberapa tipe yang sudah diidentifikasi polisi, yaitu:

  1. Hubungan famili atau kekerabatan, seperti Ahmad Kandai seorang terdakwa penyerangan terhadap presiden Soekarno 1959. Dia punya tiga anak, yaitu, Farihin yang menyuplai bahan peledak ke Poso (2003), lalu Abdul Jabbar terpidana kasus bom kedutaan Filipina (2000), dan Solahudin terpidana pengeboman Atrium Senen (2001). Hubungan Amrozi, Ali Imron, dan Mukhlas juga menunjukkan bahwa kekerabatan merupakan sarana terbaik untuk berlindung. Banyak contoh lain, misalnya, terpidana kasus bom Kedutaan Australia, ada tiga yang bersaudara yakni, Iwan Rois, Jaja, dan Awaluddin. Karena itu, Noordin selalu berusaha mengikatkan diri ke tali pernikahan.
  2. Hubungan guru dan murid, contohnya, pengebom bom Bali I, Arnasan yang merupakan murid Imam Samudra. Lalu, Asmar Latin Sani pengebom Marriott (2003) adalah murid Rois dan Hen Golun pengebom kedutaan Australia (2004) murid Abu Fida.
  3. Hubungan yang kuat dengan madrasah atau pondok pesantren yang memberi perlindungan.
  4. Hubungan pertemanan. Bahkan, sekadar kenal lalu membantu, misalnya, pengebom JW Marriott (2003) Asmar Latin Sani merupakan teman Toni Togar, tidak terlalu akrab, tapi Toni tetap dipidana pasal anti-terorisme (Jawa Pos, Bakuk Noordin Cs Sebelum HUT RI, Sabtu 1 Agustus 2009).

Iklan