Evaluasi Pelaksanaan Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan P2KP Melalui Badan Keswadayaan Masyarakat

9 tahun ago kesimpulan 0
(kesimpulan) Penelitian ini adalah mengevaluasi pelaksanaan kebijaksanaan Proyek Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan (P2KP) melalui badan keswadayaan masyarakat sehingga dapat diketahui hambatan-hambatan dan upaya-upaya dalam pelaksanaannya. Penelitian ini tipe dekritif evaluatif karena berkaitan dengan tujuan dari penelitian yaitu ingin mengevaluasi pelaksanaan P2KP. Populasi adalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) pemerintah Kelurahan sedangkan sampel yang dipilih dari 14 KSM yang ada di Kelurahan adalah 10 orang dalam Kelompok Swadaya Masyarakat penerima dana P2KP.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijaksanaan P2KP di Kelurahan Panggung Lor di golongkan menjadi dua yaitu kebijaksanaan umum (yang bersifat reaktif dan strategis pada landasan pembentukan institusi masyarakat di masa depan) dan kebijaksanaan khusus (bantuan dalam bentuk dana kepada masyarakat miskin). Bentuk- bentuk kegiatan diwujudkan dalam empat komponen yaitu komponen strategi, komponen proyek berupa fisik, komponen kegiatan ekonomi skala kecil, dan komponen pelatihan.

Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan P2KP yaitu 1) Pelaksanaan pemberdayaan yang dilakukan dengan pendekatan proyek, maka pemberdayaan tersebut hanya mampu memberikan hasil kurang optimal karena memahami masyarakat saja dibutuhkan waktu bertahun-tahun termasuk dinamikanya. 2) Terkadang masyarakat hanya memahami P2KP pada tataran ekonomi sehingga muncul kesan bahwa P2KP hanya membawa uang. 3) P2KP Tahap I dilakukan dengan terburu-buru sehingga di awal proyek usaha-usaha pemberdayaan sehingga BKM kurang mampu menangani permasalahan masyarakat. 4) Belum optimalnya dalam menjalankan prinsip dan asas yang di amanatkan oleh P2KP kepada BKM.

Upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan dalam pelaksanaan P2KP di Kelurahan yaitu verifikasi kelurahan sasaran, sosialisasi, memilih dan mengangkat Kader Komunitas, mengadakan pelatihan untuk kader Komunitas, pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), memfasilitasi BKM dan KSM dalam penyusunan program rencana dan AD/ART, pendampingan KSM dan BKM, identifikasi usaha-usaha potensial, memfasilitasi pertemuan antara BKM se-area pusat KMW dengan pihak KPKN Wilayah, dan mengadakan lokakarya.

Iklan