Farallon Capital Management LLC Jual Sahamnya di PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Farallon Capital Management LLC menjual 4,05 persen atau setara dengan 986 juta lembar saham yang dimilikinya di PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Dow Jones menyebutkan bahwa, penjualan tersebut bernilai USD 328,6 juta atau sekitar Rp3,2 triliun. Farallon Capital Management LLC menunjuk Credit Suisse sebagai pihak yang mengatur proses penjualan. Sedangkan book building penjualan saham BCA tersebut dilakukan mulai hari Kamis 25 Juni 2009.

Nilai saham penjualan tersebut terdiskon 9,5 persen dari penutupan Rp3.550 per saham atau turun hingga Rp275. Penurunan saham BCA ini mengakibatkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari itu ditutup melemah 3978 poin (0,19 persen) ke level 2.040,193. Merosotnya saham BCA membuat pelemahan di sektor perbankan mencapai minus 6,16 poin (2,47 persen), meskipun saham perbankan lain masih positif, tetapi karena porsi BCA di sektor perbankan cukup besar sehingga mempengaruhi sektor perbankan.

Pada tahun 2002, Farallon Capital Management LLC bersama Djarum Group membentuk Farindo (Konsorsium Farallon-Djarum) membeli saham BCA. Farallon Capital yang berbasiskan di San Fransisco telah mengantongi untung yang cukup besar setelah tujuh tahun menggemgam saham bank ritel terbesar di Indonesia tersebut. Nilai saham BCA telah naik hampir delapan kali lipat sejak Farallon dan Djarum Group membeli saham BCA sebesar 51,76 persen dengan nilai USD540 juta. Dengan penjualan itu maka, Djarum Grup yang merupakan perusahaan swasta terbesar di Indonesia, masih menggenggam 47,7 persen saham di BCA.

Belum diketahui motivasi Farallon menjual sahamnya di BCA, sebab kinerja BCA selama ini berjalan dengan baik. Sampai triwulan pertama 2009, berhasil membukukan laba bersih Rp1,6 triliun atau meningkat 41,8 persen. Peningkatan laba bersih didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih dan fee based income yang signifikan serta penurunan tarif pajak penghasilan. Fee based income tumbuh 31,9 persen YoY menjadi Rp1,0 triliun terutama didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang berasal dari jasa layanan rekening dan aktivitas transaksi serta pendapatan dari transaksi valuta asing.

Bank BCA Tbk berhasil meraih dana yang ditempatkan oleh mayarakat hingga kuartal pertama 2009 mencapai Rp98 triliun atau naik 13 persen dibanding kuartal pertama 2008 yang hanya sebesar Rp87 triliun. Hingga Maret 2009, BCA telah mengucurkan kredit Rp107,27 triliun atau naik 27 persen dari bulan yang sama tahun sebelumnya Rp84,14 triliun. Namun, penyaluran kredit ini turun dibandingkan tahun 2008 yang menembus Rp112,78 triliun. (Jawa Pos, ”Farallon Jual Saham BCA”, Sabtu 27 Juni 2009)

Iklan