Hasil Scan Oleh Herschel Space Observatory Perlihatkan Lanskip Langit Tersembunyi di Galaksi Bimasakti

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Sebuah pemandangan luar biasa dari Galaxy Bimasakti telah diperoleh oleh Herschel Space Observatory, proyek ruang angkasa yang berharga miliaran euro. Teleskop dimasukkan ke dalam mode pemindaian khusus untuk memetakan sepetak langit. Gambar-gambar detail yang sangat indah mengungkapkan dalam kepadatan, berkerut awan gas dingin yang runtuh untuk membentuk bintang baru. Herschel, yang memiliki cermin terbesar dalam pemakaian teleskop orbit, diluncurkan pada Mei 2009 sebagai sebuah misi utama European Space Agency.

Herschel disetel untuk melihat sejauh mungkin panjang gelombang cahaya inframerah dan diharapkan akan memberikan wawasan yang signifikan kepada para astronom mengenai beberapa proses dasar pembentukan kosmos. Kepekaan Herschel memungkinkan untuk melihat hal-hal yang berada di luar visi teleskop ruang lain, seperti Hubble. Tujuan utama adalah untuk memahami mekanisme yang mengendalikan tahap-tahap awal evolusi bintang.

Model citra teleskop Herschel akan memindahkan pandangan bolak-balik dengan melintasi area langit, yang dalam kasus ini sekitar 16 kali lebih besar daripada ukuran Bulan dilihat dari Bumi. Teleskop melihat ke arah bidang Galaxy Bima Sakti, di arah rasi Silang Selatan. Model scanning bekerja dengan dua dari tiga instrumen Herschel yang beroperasi secara tandem.

Para peneliti Inggris menggunakan kamera Spire menangkap panjang gelombang cahaya (250-500 mikron yaitu sekitar 500 hingga 1,000 kali lebih lama daripada panjang gelombang cahaya deteksi mata manusia). Para peneliti Jerman menggunakan kamera PACS meliputi panjang gelombang lebih pendek (70-170 mikron). Foto-foto mereka mengungkapkan peristiwa kekacauan gas dan debu, serta bintang-bintang di semua tahapan peekembangan. Materi yang diamati sangat dingin, biasanya kurang dari minus 170C (100 kelvin).

“Cakupan panjang gelombang memberitahu rincian tentang fisika kepada kita,” kata Profesor Matt Griffin, dari Universitas Cardiff, kepala peneliti Spire. “Melihat materi dingin dan diperluas materi yang mungkin sesuai, misalnya, pada tahap awal pembentukan bintang. PACS sedikit lebih peka terhadap apa yang kita sebut materi lebih hangat, meski dengan standar normal itu masih sangat dingin dan bahan-bahan yang mungkin lebih dekat dengan daerah-daerah di mana bintang-bintang sudah terbentuk dan telah dipanaskan oleh objek bintang muda.”

Teleskop Herschel bermaksud untuk mempelajari daerah-daerah besar Bima Sakti, misi mereka akan memasuk operasi rutin dalam beberapa minggu mendatang. Namun, instrumen ketiga sedang down setelah mengalami suatu kesalahan. Para teknisi menyatakan sebuah sistem cadangan untuk mengaktifkan kembali Heterodyne Instrument for the Far Infrared (HiFi. Para peneliti Belanda yang mengoperasikan HiFi yaitu sebuah spektrometer yang akan mengidentifikasi unsur-unsur dan molekul dalam awan gas dan debu yang menimbulkan bintang-bintang.

Iklan