Honda Yamaha Suzuki Kawazaki Kymco Kazen dan Piaggio Berebut Pasar Dalam Negeri yang Makin Jenuh

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Penjualan sepeda motor jenuh jika rasio kepemilikan = 1 motor/2 orang
+ Pangsa pasar Indonesia akan jenuh pada tahun 2014-2015
+ Yamaha merebut posisi pertama dari Honda dalam angka penjualan

(kesimpulan) Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Seluruh Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, memperkirakan berdasarkan angka tren pertumbuhan pasar kendaraan bermotor di Indonesia mulai 1992 hingga 2018, akan terjadi puncak kejenuhan pasar untuk menggunakan sepeda motor pada tahun 2014-2015.

Rasio Kepemilikan Kendaraan Rada Dua 1/2

Pasar akan mencapai kejenuhan jika rasio kepemilikan sepeda motor sudah mencapai satu unit per dua orang (rasio 2/1). Rasio 1/2 untuk kepemilikan sepeda motor tersebut akan tercapai seiring dengan peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat. Selain itu, berkembangnya industri sepeda motor juga ditunjang tingkat inflasi yang rendah sehingga suku bunga bank terjangkau masyarakat. Meskipun pada tahun 2014-2015 terjadi kejenuhan bagi orang Indonesia untuk menggunakan sepeda motor, prediksi angka penjualan akan tetap mencapai angka enam juta unit per tahun. Sedangkan kondisi saat ini dengan pertumbuhan ekonomi yang naik ataupun turun, pasar sepeda motor tetap bergerak naik karena adanya kenaikan pertumbuhan penduduk.

Di Indonesia, industri perusahaan sepeda motor yang tergabung dalam AISI hanya ada tujuh perusahaan yakni PT Astra Honda Motor pemilik merek Honda yang memproduksi sekitar 3,2 juta unit setahun, PT Yamaha Indonesia Motor (Yamaha) memproduksi 2,05 juta unit dalam setahun, PT Indomobil Suzuki International (Suzuki) 1,2 juta unit, PT Kawasaki Motor Indonesia (Kawasaki) 200 ribu unit, PT Kymco Motor (Kymco) 100 ribu unit, PT Kanzen Motor Indonesia (Kanzen) ribu 120 unit, serta PT Dan-motor Indonesia (Piaggio) hanya 60 ribu unit.

Permasalahan yang saat ini adalah perkembangan sepeda motor di Indonesia tidak diiringi dengan meningkatnya ekspor sepeda motor tersebut, karena kebanyakan sepeda motor dipakai untuk dalam negeri sendiri sedangkan yang ekspor hanya mencapai 64.968 unit pada tahun 2009. Namun demikian AISI tetap memiliki visi dan misi pada tahun 2030 menjadikan Indonesia sebagai negara industri kendaraan bermotor roda dua terkemua di ASEAN dan berperan serta dalam pengembangan ekonomi negara.

Setitik Harapan Untuk Semester Kedua 2009

Hasil menggembirakan penjualan sepeda motor pada dua bulan terakhir semester I 2009 telah memunculkan optimisme pabrikan menyongsong semester II 2009. Memulai tahun 2009, di tengah pasar otomotif yang sebetulnya tengah lesu dihantam krisis global, pabrikan sepeda motor tetap mencoba peruntungannya dengan melansir sejumlah produk barunya. Di awal tahun, PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan motor jenis cub (bebek) dengan kapasitas 110 cc, Revo 110 dan Honda Blade. Tak lama berselang, pada Maret 2009 Suzuki meluncurkan motor bertransmisi otomatis dengan performa mesin 125 cc yakni Suzuki Skydrive Dynamatic. Dilanjutkan pada bulan berikutnya, PT Sentra Kreasi Niaga (SKN) selaku distributor motor lansiran pabrikan asal Italia, Aprilia, di Indonesia meluncurkan motor sport Aprilia RS 125 dan skuter Scarabeo 200. Masih di bulan yang sama, PT Minerva Motor Indonesia (MMI) mengeluarkan tiga model motor baru Sachs 250, yakni Migelli 250R, Naked Bike (250S), dan Supermoto (250M). Kemudian, pada Mei, Kawasaki meluncurkan motor di kelas trail, Kawasaki KLX 150S. Disusul PT TVS Motor Company Indonesia yang melansir sepeda motor bebek baru kelas 125 cc, TVS Rock Z 125, pada Juni 2009. Terakhir pada ajang Pekan Raya Jakarta, Minerva kembali meluncurkan produk terbarunya bertransmisi otomatis, Minerva Sachs GTR-150.

Geliat produsen sepeda motor meluncurkan produk memang sangat tampak di semester I 2009. Walaupun di awal tahun pasar otomotif roda dua diprediksi lesu, optimisme produsen tidak surut. Setelah pasang surut mewarnai enam bulan pertama 2009, kontraksi positif kembali ditunjukkan pasar sepeda motor nasional. Berdasarkan data sementara Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) sepanjang semester I, penjualan memang tidak sebanyak periode yang sama 2008. Tapi besar penurunannya tidak sehebat yang dibayangkan.

Jika pada semester I 2008 total penjualan motor mencapai 3.055.113 unit, pada enam bulan pertama 2009 turun menjadi 2.546.929 unit. Dari data AISI tersebut, Honda masih menjadi nomor satu dengan membukukan penjualan 1.165.454 unit atau merebut 45,8% pangsa pasar. Tempat kedua Yamaha yang hanya selisih tipis dengan Honda, berhasil melepas 1.154.241 unit (45,3%). Disusul Suzuki 198.116 unit (7,8%), Kawasaki 26.739 unit (1,0%), dan Kanzen 2.379 unit (0,1%).

Dominasi Yamaha Geser Honda

Jika dibandingkan dengan data 2008, terlihat bahwa pabrikan Yamaha mengalami peningkatan yang cukup pesat ketimbang ATPM lainnya, terutama dalam hal raihan pangsa pasar. Pada semester I 2008, Yamaha baru mampu meraih 39,37% pangsa pasar. Kini dalam rentang waktu yang sama, Yamaha bisa menembus 45,3,% pangsa pasar setelah berhasil meraup angka penjualan sebanyak 1.154.241 unit.

Dominasi motor Honda yang selama bertahun-tahun terus menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia mulai berkurang. Honda yang biasanya menguasai pangsa pasar dengan perolehan yang selalu di atas 50%, dalam 2-3 tahun terakhir pangsa pasarnya mulai turun. Pada saat yang sama, pangsa pasar pesaing utamanya, Yamaha, terus meningkat.

Terkait dengan hal itu, Wakil Presiden Direktur Yamaha Motor Kencana Indonesia, Dyonisius Beti mengatakan bahwa fokus utama perseroan dalam industri motor adalah kepuasan para pemangku kepentingan. Sepanjang tahun 2009, pertumbuhan yang berkesinambungan yang dialami perseroan menunjukkan konsistensi. Market share bukan goal (tujuan), tapi impact (pengaruh). Jika kondisi seperti ini terus menerus, maka hanya masalah waktu saja bagi Yamaha untuk memimpin pasar. Hal ini bisa dilihat tren retail sales yang sudah lama memimpin pasar. Apakah optimisme Yamaha ini akan terbuktikan pada semester II 2009 nanti? Kita tunggu sama-sama.

Rata-Rata Produksi Per Tahun (unit)

PT Astra Honda Motor (Honda) 3,2 juta
PT Yamaha Indonesia Motor (Yamaha) 2,05 juta
PT Indomobil Suzuki International (Suzuki) 1,2 juta
PT Kawasaki Motor Indonesia (Kawasaki) 200 ribu
PT Kymco Motor (Kymco) 100 ribu
PT Kanzen Motor Indonesia (Kanzen) 120 ribu
PT Dan-motor Indonesia (Piaggio) 60 ribu

Penjualan Pada Semester 1 (unit)

2008
Honda = 1.404.669 (45,97%)
Yamaha = 1.202.839 (39,37%)
Suzuki = 364.139 (11,91%)
Kawasaki = 17.762 (0,58T9)
Kanzen = 19.029 (0,62%)
Kymco = 3.193 (0,10%)
Vespa = 59 (0,001%)

2009
Honda = 1.165.454 (45.8%)
Yamaha = 1.154.241 (45.3%)
Suzuki = 198.116 (7.8%)
Kawasaki = 26.739 (1.0%)
Kanzen = 2.379 (0.1%)
Kymco –
Vespa –

Jawa Pos, Lima Tahun Lagi Pasar Motor Jenuh, Jumat 17 Juli 2009.
Media Indonesia, Setitik Harapan di Semester Kedua, Kamis 16 Juli 2009.

Iklan