Hubungan Gaya Komunikasi Pemimpin dan Intensitas Komunikasi Atasan-Bawahan Terhadap Kinerja Karyawan

10 tahun ago kesimpulan 0
(kesimpulan) Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah dari gaya komunikasi pemimpin pada perusahaan, dan intensitas komunikasi antara pimpinan dengan bawahan. Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku orang lain, agar melakukan kegiatan/pekerjaan untuk mencapai tujuan yang akan dicapai seorang pemimpin. Konsep hubungan atasan-bawahan bersandar kuat pada perbedaan dalam otoritas, yang diterjemahkan menjadi perbedaan dalam status, hak, dan pengawasan. Kualitas komunikasi antara bawahan dengan atasan merupakan fungsi dari hubungan antar personal yang dibangun di antara mereka dan bagaimana hubungan ini memenuhi bawahan.

Penelitian ini mendasarkan pada teori gaya komunikasi pemimpin (X1) dari Litle John, teori intensitas komunikasi (X2) dari Robbins dan Rakhmat, kemudian teori kinerja karyawan (Y) dari Asnawi. Hipotesis penelitian ini adalah Ada hubungan antara Gaya Komunikasi Pemimpin dengan Kinerja Karyawan dan Ada hubungan antara Intensitas Komunikasi Atasan-Bawahan dengan Kinerja Karyawan. Tipe penelitian ini berbentuk eksplanatory Research dan sampel penelitian ini diambil dengan menggunakan metode total sampling. Alat dan metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah hasil tabulasi silang antar variable (cross tab)

Setelah dilakukan penelitian terhadap 50 responden dengan menggunakan kuesioner untuk mengukur gaya komunikasi pemimpin, intensitas komunikasi atasan bawahan dengan menggunakan tabulasi silang disimpulkan bahwa antara variabel gaya komunikasi pemimpin dengan variabel kinerja karyawan memiliki indikasi atau kecenderungan hubungan yang positif. Pemimpin yang dapat mengembangkan gaya komunikasi dengan cukup baik akan berdampak pada kinerja karyawan tinggi. Hal tersebut juga terjadi antara variabel intensitas komunikasi atasan-bawahan dengan variabel kinerja karyawan memiliki indikasi atau kecenderungan bahwa pemimpin yang dapat mengembangkan intensitas komunikasi dengan cukup tinggi akan berdampak pada kinerja karyawan tinggi.

Iklan