IMF proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan 3-4 persen pada tahun 2009

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Dana Moneter Internasional atau IMF mengoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 dari perkiraan awal 2,5 persen menjadi 3-4 persen. Koreksi itu dilakukan karena belanja pemerintah akan lebih agresif dan investasi mulai berjalan. IMF melihat perkembangan perekonomian Indonesia pada triwulan 1-2009 yang ternyata sangat memuaskan. Itu terjadi karena adanya pemilihan umum (legislatif) yang akan dilanjutkan dengan pemilu lanjutan (presiden). Itu menjadi stimulus riil bagi Indonesia, menurut Kepala Di¬visi Asia dan Pasifik IMF Thomas Rumbaugh di Jakarta, Jumat 6 Juni 2009.

Suku bunga acu¬an Bank Indonesia yang sudah diturunkan 250 basis poin sejak Desember 2009 seharusnya bisa diikuti penurunan suku bunga pinjaman dan bisa menumbuh¬kan investasi. Perekonomian Indonesia sa¬ngat terbantu oleh pemangkasan tarif pajak penghasilan (tarif Pa¬jak Penghasilan Badan turun dari 30 persen menjadi 28 persen). Pertumbuhan ekonomi itu men¬jadikan Indonesia sebagai negara ketiga dengan pertumbuhan tercepat di G-20 setelah China dan India. IMF memprediksi laju inflasi Indonesia hingga akhir 2009 pada kisaran 5 persen

Proyeksi pertumbuhan ekono¬mi IMF tersebut masih lebih rendah dibanding target peme¬rintah, yakni 4-4,5 persen. Perekonomian global diperki¬rakan belum sepenuhnya pulih sehingga ekspor Indonesia masih akan stagnan. Dua negara yang menjadi sasaran utama ekspor Indonesia, yakni Amerika Serikat dan Jepang, belum akan pulih dengan cepat. Pertumbuhan ekonomi Indo¬nesia diprediksi masih di bawah potensinya. Namun, tahun 2010 bisa tumbuh 1 persen dari ekonomi tahun 2009 jika Pemilu berjalan lancar, karena kepercayaan investasi dari dalam dan luar negeri akan meningkat. (Sumber: Kompas Sabtu 6 Juni 2009; Koran Tempo Senin 8 Juni 2009)

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi (PDB Riil) Oleh IMF

Negara berkembang Asia │ 9,8 (2007) │ 6,8 (2008) │ 3,3 (2009) │ 5,3 (2010)
China │ 13,0 │ 9,0 │ 6,5 │ 7,5
Asia Selatan │ 8,7 │ 7,0 │ 4,3 │ 5,3
India │ 9,3 │ 7,3 │ 4,5 │ 5,6
Pakistan │ 6,0 │ 6,0 │ 2,5 │ 3,5
Banglades │ 6,3 │ 5,6 │ 5,0 │ 5,4

ASEAN │ 6,3 │ 4,9 │ 0,0 │ 2,3
Indonesia │ 6,3 │ 6,1 │ 2,5 │ 3,5
Thailand │ 4,9 │ 2,6 │ -3,0 │ 1,0
Filipina │ 7,2 │ 4,6 │ 0,0 │ 1,0
Malaysia │ 6,3 │ 4,6 │ -3,5 │ 1,3
Vietnam │ 8,5 │ 6,2 │ 3,3 │ 4,0

Negara Industri Ekonomi Baru │ 5,7 │ 1,5 │ -5,6 │ 0,8
Korea Selatan │ 5,1 │ 2,2 │ -4,0 │ 1,5
Taiwan │ 5,7 │ 0,1 │ -7,5 │ 0,0
Hongkong SAR │ 6,4 │ 2,5 │ -4,5 │ 0,5
Singapura │ 7,8 │ 1,1 │ -10,0 │ -0,1