Jasa Broker Online Trading Saham Melalui Internet Naik 10 persen

9 tahun ago kesimpulan 0

+ Volume rerata transaksi harian melalui online trading Januari-Agustus 2009 capai 9,3%
+ Indo Premier Securities, E-trading Securities, dan Philips Securities Indonesia
+ Peningkatan pangsa pasar online trading didorong oleh investasi ritel

(kesimpulan) Pangsa volume transaksi saham oleh tiga penyedia jasa online trading saham naik mendekati 10% dari total volume transaksi. Kinerja positif yang ditunjukkan oleh indeks harga saham gabungan (IHSG) ternyata sejalan dengan kenaikan volume transaksi harian yang dibukukan oleh para sekuritas penyedia jasa online trading.

Direktur PT CLSA Indonesia, Nicholas Cashmore di Jakarta, Senin 10 Agustus 2009, menyatakan bahwa berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, volume rata-rata transaksi saham harian melalui online trading per Januari hingga Agustus 2009 mencapai 9,3% dari total volume saham yang diperdagangkan di BEI.

Padahal, sampai akhir 2008, volume rata-rata transaksi saham harian selama setahun dari tiga pialang berbasis online trading yang ada tidak lebih dari 1,8%. Jadi, peningkatannya cukup besar. Terutama selama rally IHSG yang terjadi pada Maret 2009. Peningkatan pangsa pasar online trading didorong oleh semakin maraknya investasi ritel di Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari persyaratan deposit rekening oleh sekuritas yang besarannya relatif terjangkau oleh masyarakat, yakni berkisar Rp5 juta-Rp20 juta.

Saat ini, tiga sekuritas yang paling aktif menawarkan jasa transaksi saham lewat media internet tersebut adalah PT Indo Premier Securities (kode broker: PD), PT E-trading Securities (YP), dan PT Philips Securities Indonesia (KK). PT Indo Premier Securities (PD) masih menduduki peringkat teratas dari segi frekuensi transaksi dan volume saham yang diperdagangkan selama Januari-Juni 2009. Selama periode itu, PD melakukan 1.842.381 transaksi kali dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 83,563 miliar saham.

Posisi kedua adalah PT E-trading Securities (YP) yang mencatatkan frekuensi transaksi sebanyak 1.745.673 kali dengan volume sebanyak 75,766 miliar saham. Posisi ketiga diduduki PT Philips Securities Indonesia (KK) dengan frekuensi sebanyak 674.085 kali dengan volume 45,975 miliar saham. Adapun nilai transaksi yang dibukukan YP selama Januari-Agustus 2009 adalah Rp28,777 triliun, PD Rp26,037 triliun, dan KK Rp22,123 triliun.

Diperkirakan bisnis online trading akan terus berkembang. Hal itu tecermin dari optimisme pelaku bisnis; seperti PD, yang menargetkan kenaikan dari 10 ribu rekening investor saat ini menjadi 25 ribu di akhir 2009. Optimisme serupa dikemukakan analis pasar modal Edwin Sinaga yang mengatakan bahwa transaksi saham berbasis online tersebut dapat mendongkrak jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia. Jumlah investor ritel kini sekitar 300 ribu rekening.

Otoritas bursa sendiri menargetkan kenaikan jumlah investor ritel menjadi dua juta orang dalam lima tahun mendatang. Potensinya cukup besar sebab sistem online memang memudahkan masyarakat awam bertransaksi lewat internet, juga lebih aman. Hal itu diamini Direktur Informatika dan Teknologi BEI Adikin Basirun yang mengatakan pemantauan pihaknya menunjukkan pertumbuhan transaksi dan order online meningkat. Frekuensi transaksi online, diperkirakan akan melampaui 150 ribu kali per hari di akhir tahun 2009, atau naik 50%. Sedangkan, rata-rata frekuensi order harian akan mencapai sekitar 130 ribu kali per hari, atau naik 30%.

Sementara itu, IHSG semakin mendekati level psikologis 2.400. Dalam penutupan transaksi kemarin, IHSG ditutup menguat 1,72% ke 2.389,562 setelah sempat menyentuh 2394,321. BEI mencatat frekuensi perdagangan mencapai 156.508 kali dengan volume 17.616 juta lembar saham senilai Rp7,899 triliun. (Media Indonesia, Pangsa Tiga Broker Online Trading Naik Hampir Lima Kali Lipat, Selasa 11 Agustus 2009)

Iklan