Keberadaan Es di Planet Mars Sebagai Akibat Anomali Iklim?

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Jika pada tahun 1976, NASA’s Viking 2 mendarat di tempat yang lebih tepat dan menggali sekitar empat inci lebih jauh ke permukaan Mars, maka akan sangat mungkin membuat penemuan penting dan mengejutkan: air es di sekitar kutub dan tidak jauh di bawah permukaan. Hingga pada tahun 2008, ketika para ilmuwan melihat apa yang tampak seperti bekas luka yang ditinggalkan oleh suatu meteorit yang menghunjam pada pertengahan tahun 2008.

Menindaklanjuti dengan melihat lebih dekat pada situs ini menggunakan kamera resolusi tinggi yang dipasang pada satelit Mars Reconnaissance Orbiter, para ilmuwan melihat lima kawah kecil, hanya selebar 1,5 hingga 8 meter, yang mengandung bercak-bercak terang es. Kawah ini terletak hanya beberapa ratus mil saat pendaratan dari Viking 2. Namun dalam beberapa bulan, area terang memudar dan menghilang ketika es menguap ke atmosfer. “Ini sangat cantik, sejuk, dan mengejutkan,” kata Kenneth S. Edgett, salah satu anggota tim dan peneliti dari Malin Space Science Systems di San Diego. Temuan es di Mars ini akan dipublikasikan dalam edisi terbaru jurnal Science.

Keberadaan air di Mars telah lama dikenal, es di kutub, uap air di atmosfer, tapi hanya dalam beberapa tahun terakhir para ilmuwan bekerja keras mempelajari berapa banyak dan bagaimana dinamikan air di Mars. Dari pengamatan menunjukkan es menghilang, para ilmuwan menyimpulkan bahwa es di Mars adalah 99 persen air murni dan bukan campuran es dan partikel lain seperti yang selama ini diduga. Keberadaan es juga terletak di pertengahan garis lintang dan lebih dekat dengan garis khatulistiwa, yang merujuk pada suatu kelembaban yang lebih tinggi pada iklim Mars, mungkin hanya ribuan tahun yang lalu, ketika es terbentuk.

Tahun 2008, Phoenix Mars Lander, menggali di daerah Kutub Utara Mars, menemukan dua jenis es yaitu es murni dan es campuran. “Kami berasumsi es murni adalah anomali dan spekulasi bagaimana hal itu bisa terbentuk,” kata Selby Cull dari Washington University di St Louis, anggota lain dari tim. “Sekarang kita lihat di sisi lain, beberapa kemungkinan es yang sangat murni. “Jadi sepertinya es murni adalah aturan, dan sedikit campuran yang kita temukan di Phoenix sebenarnya adalah anomali.” (nytime)

Iklan