Kebiasaan Minum Susu Botol Picu Streptococcus mutans dan sobrinus Terhadap Karies Gigi Balita

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Masalah gigi berlubang atau karies dialami oleh sekitar 85 persen anak usia di bawah lima tahun di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan minum susu botol pada usia akhir balita. Demikian kesimpulan oleh dokter spesialis kesehatan gigi anak, Mochamad Fahlevi Rizal, saat mempertahankan disertasi untuk meraih gelar doktor dengan tema “Pengaruh kebiasaan Minum Susu Botol terhadap Potensi Karies Gigi pada Usia 3-5 Tahun.

Karies gigi masih jadi masalah kesehatan anak, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003 menyatakan, angka kejadian karies pada anak sebesar 60-90 persen. Karies gigi adalah daerah yang membusuk di dalam gigi yang terjadi akibat proses yang secara bertahap melarutkan email (permukaan gigi sebelah luar yang keras) dan terus berkembang ke bagian dalam gigi.

Masalah karies pada anak atau dikenal sebagai sindroma karies botol (SKB), sering ditemukan pada anak usia akhir balita. Penyebabnya adalah gula yang terdapat dalam susu dan sari buah yang kadang diminumkan saat anak menjelang tidur. Bakteri pada plak gigi lalu mengubah gula tersebut jadi asam yang merusak hingga menimbulkan kebusukan dan kehancuran gigi.

Dari pengamatan pada tiga rumah sakit di Jakarta menunjukkan, proporsi pasien anak yang datang dan menderita penyakit infeksi ini mencapai 95 persen. Penelitian pendahuluan menunjukkan, prevalensi karies akan lebih tinggi 1,3 kali pada anak yang mempunyai kebiasaan minum susu botol daripada anak yang tidak terbiasa minum susu botol. Untuk menemukan masalah utama sindroma ini dapat ditelusuri dari aspek mikrobiologi, seperti peran bakteri penyebab karies terutama Streptococcus mutans dan Streptococcus sobrinus.

Streptococcus mutans dibedakan atas 4 serotipe (c, e, f dan k) dan Streptococcus sobrinus diidentifikasi sebagai serotipe d dan g. Sebagai bakteri utama penyebab karies, Streptococcus mutans bisa membentuk koloni dan melekat pada permukaan gigi. Sejumlah protein di permukaan sel Streptococcus mutans memungkinkan bakteri tersebut membentuk biofilm di permukaan gigi sehingga bertahan hidup di dalam mulut.

Studi pada anak-anak usia 3-5 tahun sebagai subjek penelitian, menjadikan susu botol sebagai pengantar tidur meningkatkan risiko SKB 1,03 kali lebih besar daripada yang tidak menjadikannya sebagai pengantar tidur. Frekuensi minum susu botol dua kali atau lebih per hari juga akan meningkatkan risiko kejadian SKB 2,27 kali. Sementara itu, minum air susu ibu (ASI) ternyata memberi perlindungan dari sindroma tersebut. (Kompas, ”Kebiasaan Minum Susu Botol Picu Karies Gigi”, Senin 22 Juni 2009)

Iklan