Kepala Unit BRI Gelapkan Deposito Yadaspen IKIP PGRI Divonis Pasal 49 ayat 1 huruf b Undang-undang No.10/1998 tentang Perbankan

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara, Kepala BRI Unit Tlogosari, Sri Rahayu, menangis seusai sidang pembacaan putusan. Terdakwa dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan penggelapan dana deposito milik Yayasan Pendidikan, Yadaspen IKIP PGRI senilai Rp7,250 miliar. Dana yang seharusnya masuk ke dalam pembukuan di BRI tersebut, dikelola sendiri dengan pemberian bunga mencapai 14%. Resminya di BRI pemberian bunga deposito hanya 7%.

Ketua Majelis Hakim, Amiryat dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Jumat 31 Juli 2009 petang, menyatakan bahwa terdakwa terbukti dengan sengaja menghilangkan, atau tidak memasukkan, atau menyebabkan tidak dilakukannya pencatatan dalam pembukuan dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu bank.

Majelis hakim sependapat dengan dakwaan alternatif pertama jaksa yang menuntut terdakwa dengan pasal 49 ayat 1 huruf b Undang-undang No.10/1998 tentang Perbankan. Dalam perkara tersebut terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penggelapan dana deposito nasabah. Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah menyebabkan kerugian BRI Jateng dan perbuatannya dapat merusak citra baik BRI khususnya unit Tlogosari. Sementara hal yang meringankan adalah terdakwa sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan mengakui kesalahan.

Usai pembacaan vonis, terdakwa menangis dan sesekali mengusap air matanya. Setelah berunding sejenak dengan kuasa hukumnya, Sri Rahayu menyatakan pikir-pikir atas vonis tersebut. Majelis hakim memberi batas waktu tujuh hari setelah putusan dijatuhkan, untuk upaya banding. Kuasa hukum terdakwa, Sarkono SH dan Okky Wicaksono SH mengatakan, dalam pembelaan yang disampaikan sebelumnya, seharusnya tidak masuk dalam Pasal 49 ayat 1 UU No.10 tahun 1998 tentang Perbankan. Namun perkara tersebut masuk dalam dakwaan alternatif kedua, yakni Pasal 263. Karena ada pemalsuan tanda tangan bilyet giro (Suara Merdeka, Dihukum 7 Tahun Kepala BRI Menangis, Sabtu 1 Agustus 2009)

Iklan