Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Menandatangani Nota Kesepahaman Dengan Tiga lembaga di Australia Untuk Pengembalian Aset Korupsi

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu 27 Juli 2009, menandatangani nota kesepahaman dengan tiga lembaga di Australia. Mereka bersepakat akan saling membantu pengembalian aset maupun buron kasus korupsi. Wakil Ketua KPK M. Jasin mengatakan bahwa dalam kesepakatan tersebut pihaknya akan dibantu pengembalian aset dan buron dari Australia, demikian juga sebaliknya.

Tiga lembaga tersebut adalah The Attorney General Department, The Australian Commission for Law Enforcement Integrity, dan Australian Public Service Commission di Canberra, Australia. Dalam Kasus Hendra Raharja, buron kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung. Jika nantinya mengalami kasus semacam itu, KPK tidak akan segan-segan meminta bantuan kepada ketiga lembaga itu. Namun, untuk kasus yang ditangani kejaksaan, KPK tidak akan mengambil alih.

Selain pengembalian aset dan buron, kerja sama ini juga dalam bidang pencegahan. Antara lain tukar-menukar informasi mengenai metode pemberantasan korupsi dan modus operandi korupsi di masing-masing negara. Kedua negara juga saling membantu dengan pertukaran tenaga ahli, pengadaan pelatihan serta seminar.

Indonesia Corruption Watch (ICW), lembaga penggiat antikorupsi, meminta KPK dan tiga lembaga di Australia mengatasi berbagai kendala birokrasi dalam pengembalian buron dan aset yang ada di Australia. Jika KPK tak mampu mengatasi hambatan birokrasi, besar kemungkinan nota kesepahaman akan percuma. Wakil Koordinator ICW Emerson Juntho mengatakan bahwa selama ini kerja sama internasional cenderung belum mampu mengatasi persoalan birokrasi, sehingga tak efektif. Kendala birokrasi, misalnya perbedaan sistem hukum yang mengakibatkan perjanjian ekstradisi tak bisa dilaksanakan. Karena itu, penting bagi KPK menjalin komunikasi serius dengan tiga lembaga Australia untuk memetakan masalah dan mencari solusi (Koran Tempo, KPK dan Asutralia Teken Kerja Sama Pengembalian Aset, Selasa 28 Juli 2009)

Iklan