Konsep Desain Rumah Hijau Adalah Efisiensi Energi, Tidak Bertoksin lingkungan, dan Nyaman

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Penerapan konsep ramah lingkungan pada hunian (green design) tidak selalu membutuhkan biaya besar. Hal-hal sederhana dapat dilakukan. Prima Hans Nuryawan, praktisi dan penulis buku arsitektur dan interior mengatakan, bahwa Rumah yang hijau tidak harus mahal. Rumah tradisional, seperti rumah berdinding anyaman bambu, misalnya, sangat ramah lingkungan karena sirkulasi udara sangat baik. Dalam acara Property Community Gathering bertema “Green Design, Green Living” di Hotel Santika Premiere, Kota Semarang, Sabtu 8 Agustus 2009, kerja sama Kompas dengan Supermarket Bahan Bangunan Asaya menghadirkan sejumlah pembicara.

Managing Director Ciputra Group dan CEO Citraland Surabaya Harun Hajadi mengatakan, bahwa mewujudkan lingkungan yang hijau tidak selalu murah. Contoh pemilihan kaca yang dapat menyerap panas berlebih yang membutuhkan investasi ekstra. Padahal, konsumen belum tentu mampu membeli hunian dengan harga terlalu mahal. Jika harga tidak disesuaikan, margin keuntungan pengusaha akan sangat sedikit. Namun, Ketua DPD Real Estate Indonesia Jateng, Sudjadi berpendapat, jika harus menunggu kondisi ideal, konsep hidup hijau tidak akan pernah terwujud. Meski terbatas, konsep hijau tetap dapat direalisasikan dalam hunian. Menanam pohon dapat dilakukan siapa saja meskipun di lahan terbatas.

Untuk menanam pohon, hendaknya memilih tanaman yang bermanfaat maksimal. Misalnya, pohon bambu tidak menyerap banyak air, bahkan malah menahan air dengan maksimal. Juga, serapan karbondioksida oleh bambu paling tinggi, yaitu 62 ton per hektar per tahun. Hunian yang hijau harus mencakup konstruksi, desain, dan perawatan yang ramah lingkungan. Desain bagus tetapi biaya perawatan mahal, tidak dapat dikatakan hijau, sehingga keberadaan desainer/arsitek dibutuhkan untuk mengedukasi pelaku properti, pemerintah, dan masyarakat.

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jateng Soetomo mengatakan, seharusnya pelaku properti dapat mengedukasi konsumen bagaimana merenovasi atau mengembangkan rumah dengan desain yang ramah lingkungan. Selain itu, pemerintah juga harus lebih ketat dalam menerapkan aturan yang selama ini sudah ada. IAI sudah memulai dengan membuat desain ramah lingkungan. Arsitek juga diimbau untuk tidak menghilangkan pohon yang ada di suatu lahan yang akan dibangun.

Hemat Enegi

Mengembangkan konsep “rumah hijau” tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga hemat energi. Pakar arsitektur ramah lingkungan, Eddy Prianto mengatakan, ada tiga kunci utama konsep rumah hijau yakni nyaman, efisien, dan tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Rumah yang hijau harus memiliki semua aspek tersebut, bukan sekadar tampak hijau karena dipenuhi dengan tanaman. Konsep rumah hijau ini dapat menghemat energi, karbon, konsumsi air, dan efisiensi biaya perawatan. Untuk itu, harus dipikirkan sejak awal proses pembangunan. Untuk membangun rumah yang ramah lingkungan perlu berdasarkan enam hal, yaitu lokasi yang menunjang, efisiensi air, penyerapan energi dan suhu, material dan sumber, kualitas lingkungan yang terdapat di dalam rumah, serta desain yang inovatif.

Desain dan konstruksi menentukan proses selanjutnya dalam menciptakan bangunan hemat energi. Sebagai contoh, bangunan yang didesain memiliki kaca di langit-langit tidak memerlukan nyala lampu di siang hari karena dapat memanfaatkan cahaya matahari. Material kaca dan ventilasi yang sesuai desain rumah juga mendorong cahaya masuk. Selain desain dan material konstruksi, pertimbangkan pula lokasi, rumah di tepi jalan besar dengan rumah yang ada di tengah permukiman berdampak berbeda pada penggunaan listrik. Jika menyalakan radio di rumah yang berada di pinggir jalan, otomatis memasang suara yang lebih besar karena terganggu bising kendaraan. Padahal, menaikkan dua digit suara saja pemakaian listriknya berbeda 20 watt.

Perawatan bangunan juga perlu dipertimbangkan dalam merancang sebuah desain rumah hijau. Jika desainnya bagus, tetapi perawatan rumah itu boros, tidak bisa dikatakan hijau. Desain hijau mengacu pada interior yang mendukungnya, mulai dari penataan lantai, langit-langit, dinding, mebel, dan aksesori. Rumah hijau terkait dengan pemahaman terhadap alat listrik dan perilaku penghuni.

3 Kunci Green Design

  1. Efisiensi energi dan air
  2. Kenyamanan penghuni (suhu ruangan sesuai, penerangan atau sinar matahari cukup, tidak berisik atau senyap, tidak berbau, sirkulasi udara lancar).
  3. Tidak bertoksin ke lingkungan.

Keuntungan Hunian Green Design

  1. Menurunkan konsumsi listrik hinga 30 persen
  2. Membantu penurunan emisi karbon hingga 35 persen.
  3. Menurunkan konsumsi air antara 30-50 persen.
  4. Membantu menurunkan biaya yang harus dikeluarkan antara 50-90 persen.




Kompas Jawa Tengah, Hunian Perlu Ramah Lingkungan, Selasa 11 Agustus 2009.
Kompas Jawa Tengah, Rumah Hijau Nan Hemat Energi, Selasa 11 Agustus 2009.

Iklan