Ledakan Gelombang Otak Sebelum Momen Kematian

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) Sebuah penelitian pada tujuh pasien yang sakit parah ditemukan secara identik lonjakan aktivitas otak saat-saat sebelum kematian, memberikan kemungkinan bukti-bukti fisiologis “fisik” atas pengalaman yang dilaporkan oleh orang-orang yang mengalami penderitaan menjelang ajal. Dokter di George Washington University Medical Faculty Associates merekam aktivitas otak orang-orang yang mati karena penyakit kritis, seperti kanker atau serangan jantung.

Momen sebelum kematian, para pasien mengalami ledakan aktivitas gelombang otak, dengan waktu sebelum kematian, intensitas, serta durasi yang sebanding dan sama. Hasil penelitian ini yang dipublikasikan di Journal of Palliative Medicine edisi Oktober. Banyak teori selama ini yang menyatakan bahwa gelombang otak dapat dilaporkan secara luas dengan pengalaman mati suri yang biasanya dikaitan dengan ajaran spiritual atau atribut agama.

Pada awalnya, dokter mengira lonjakan listrik pada electroencephalographs disebabkan hal lain atau gelombang telepon seluler yang masuk ke kamar saat menjelang ajal, kata penulis utama jurnal, Lakhmir Chawla. EECs digunakan untuk memonitor pasien yang bergulat dengan masalah kehidupan. “Kami melakukannya ketika sudah tidak berdaya, tugas dokter untuk memastikan pasien merasa nyaman,” kata Chawla.

Staf medis terus melihat lonjakan gelombang otak pasien sebelum kematian. “Kami pikir itu kejadian aneh. Apa gerangan?” kata Chawla. “Kami pikir ada ponsel atau sebuah mesin dalam ruangan yang menciptakan anomali ini. Tapi kemudian kami mulai memindahkan barang-barang, mematikan ponsel dan mesin-mesin, dan kami melihat hal itu masih terjadi.”

Para dokter percaya bahwa mereka melihat neuron otak mendapat suplai ketika mereka kehilangan oksigen oleh kurangnya tekanan darah. “Semua neuron yang terhubung bersama dan ketika mereka kehilangan oksigen, kemampuan mereka untuk mempertahankan potensial listrik hilang,” kata Chawla. “Saya rasa ketika orang kehilangan semua aliran darah, anda mendapatkan efek domino yang besar. Kami rasa ini bisa menjelaskan.”

Ini mungkin terhentinya oksigen akan memicu yang serupa, tetapi peristiwa yang dipulihkan menjadi terekam ke memori. Nelson Kevin peneliti otak di University of Kentucky, yang mempelajari pengalaman mati suri, mengatakan bahwa ketika otak tiba-tiba terhenti mendapat aliran darah dari ledakan energi tegangan tinggi. “Ini tidak mungkin dengan rekaman gelombang otak konvensional selama kematian bahwa mereka akan melihat sesuatu yang belum pernah terlihat sebelumnya,” kata Nelson. Chawla dan rekan-rekan yang ingin meneliti kasus mereka dengan populasi pasien yang lebih besar dan peralatan yang lebih canggih dilengkapi dengan sensor aktivitas otak (Discovery).

Iklan