Membongkar Jaringan Terorisme Di Jawa Tengah

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Zaenal Achmady (37) yang ditangkap tim gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, Rabu 22 Juli 2009, mempunyai peran yang cukup penting dalam jaringan teroris kelompok Noordin M Top. Achmady diduga salah satu calon “pengantin” yang telah disiapkan untuk aksi peledakan selanjutnya. Pengantin adalah sebutan bagi calon pelaku bom bunuh diri. Achmady ditangkap Densus 88 di Dusun Sigaru, Desa Siganco, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, sekitar pukul 20:00 dalam sebuah penggerebekan tak lama setelah Densus 88 berhasil mengamankan Bahridin Latif dan istri Noordin M Top, Arina Rahmah (1).

Jadi Teroris Agar Masuk Surga

Achmady direkrut oleh Bahridin Latif (60), warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap. Bahridin disebut-sebut sebagai mertua Noordin M Top. Achmady bergabung dengan kelompok Noordin M Top tahun 2006. Achmady menyewa sebuah rumah di Dusun Binangun, Desa Wringinanom, Kecamatan Kertek, Wonosobo, akhir April 2006, sebagai tempat berkumpul anggota Noordin M Top di wilayah di Jawa Tengah. Dalam kesehariannya, beberapa anggota teroris itu menyaru sebagai penjual karpet, sedangkan Achmady berjualan madu. Polisi masih mengembangkan keterangan yang didapat darinya. Termasuk sejumlah nama-nama yang diduga sebagai anggota kelompok Noordin M Top (1).

Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengakui, Densus 88 telah menangkap Achmady di Cilacap. Achmady sudah ditraining sebagai anggota gerakan teroris sejak 2001. Achmady masuk ke dalam sindikat teroris dengan diiming-imingi oleh Noordin M Top, akan masuk surga dan ditemui 40 bidadari, jika mau menjadi pelaku bom bunuh diri (1).

Achmady beberapa kali berkunjung ke kompleks pesantren Al Muaddib, Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, yang diasuh oleh Bahridin cs. Achmady, juga memiliki kedekatan dengan Saefudin Zuhri. Saefudin merupakan tersangka teroris yang ditangkap pada pertengahan Juni 2009 oleh tim Densus 88 di Desa Danasri Lor dan merupakan keponakan ipar dan Bahridin. Bahkan Saefudin Zuhri pernah mengisi pengajian di mushala dekat rumah Achmady (1).

Selain itu, Densus 88 pada Kamis 23 Juli 2009, menangkap kaki tangan Noordin M. Top, yaitu Maruto Jati Sulistyo, 29 tahun, warga RT 04 RW 06 Dusun Gedangan, Kelurahan Boja, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, jawa Tengah. Maruto dikabarkan tertangkap di suatu tempat di Desa Patean, Kecamatan Sukorojo, Kabupaten Kendal (2).

Alumnus Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo

Sementara itu, Nur Said alias Nurdin Aziz alias Nur Hasbi yang diduga kuat pelaku pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton bersama Ibrohim, adalah alumnus Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang didirikan Abubakar Ba’asyir (3). Direktur Pondok Pesantren, Wahyudin, mengakui Nur Said adalah alumnus pondok tersebut. Nur Said masuk 1988 dan lulus 1994, satu angkatan dengan Asmar Latin Sani. Terungkapnya Nur sebagai alumnus Ngruki memperpanjang daftar alumnus pondok itu yang terkait dengan kasus teror bom (4).

Menurut Sidney Jones, Direktur International Crisis Group, menyebut Nur adalah “orang lama” dalam jaringan teroris Noor Din M. Top. Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum Gerakan Umat Islam Indonesia, Habib Abdurahman Assegaf bahwa Nur direkrut oleh Noor Din di Semarang pada tahun 2005. Menurut Noor Huda Ismail, Direktur Eksekutif International Institute for Peace-Building, keterlibatan alumni Ngruki dalam berbagai aksi pengeboman, salah satunya, karena kedekatan emosional dan ideologi. Karena memang ada social connection. Koneksi sosial itu berbentuk kedekatan individual, ikatan emosional, dan rasa saling kenal (4). Sementara itu Udi Masud, adik Nur Said, mengatakan bahwa dirinya meyakini bahwa pelaku bom itu bukan kakaknya, apalagi masuk jaringan Jamaah Islamiyah, meski pernah nyantri di Ngruki (5).

Jadi Sarang Teroris, Ribuan Kades Di Jawa Tengah Dikumpulkan

Polisi akan terus berusaha mempersempit ruang gerak pelaku teror. Salah satunya dengan memberi pengarahan kades/lurah dan jajaran pemerintahan soal ancaman teroris, serta menyampaikan informasi tentang pelaku teror yang menjadi buron seperti Noordin M Top. Ribuan kepala desa (kades) dan lurah Se-Wilayah Surakarta, Kamis siang 23 Juli 2009, di Solo. Mereka mendapat pengarahan dari Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hariadi Soetanto dan Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, soal pentingnya pengamanan swakarsa antisipasi terorisme (6).

Kapolda mengimbau agar masyarakat jangan mau diiming-imingi, dihasut, diajak atau diprovokasi. Sementara Gubernur Bibit Waluyo mengatakan, meski ada beberapa pelaku teror yang ditangkap di Jateng, tidak bisa dikatakan provinsi ini sebagai sarang teroris. Kebetulan saja tokoh itu menyelinapnya di Jateng, sehingga jangan kemudian dibilang Jateng sarang teroris (1).

Kapolda mengemukakan, keamanan lingkungan yang menjadi tanggungjawab bersama. Sekecil apapun informasi dan para kades atau lurah, tentu akan ditindaklanjuti. Kapolda juga berjanji akan memberikan bonus secara khusus bagi kades atau lurah yang mengetahui keberadaan Noordin M Top, teroris asal negara Malaysia yang telah lama diburu. Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Hariadi Soetanto mengemukakan masalah terorisme tidak ringan sehingga butuh kerjasama seluruh komponen bangsa. Kontribusi masyarakat dalam mencegah bahaya laten teroris sangat penting, karena keamanan negara merupakan tanggung jawab bersama dengan Polri dan TNI (6).

Teroris Yang Pernah di Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo

Zulkarnaen (alias Aris Sunarso/Daud)
Lulus:1980, Status: Buron, Peran: Bom Bali

Asmar Latin Sani (alias Jibril)
Lulus: 1994, Status: Tewas (Agustus 2003), Peran: Sksekutor Bom JW Marriott 2003

Mohamed Rais
Lulus: 1995, Status: Narapidana 7 tahun, Peran: Ipar Noo Din, membantu pengeboman JW Marriott 2003

Toni Togar (alias Indrawarman)
Lulus: 1990, Status: Narapidana 12 tahun, Peran: Menyiapkan bom Natal pada 2000 dan JW Marriott 2003

Sardona Siliwangi (alias Dona bin Azwar)
Lulus: 1997, Status: Narapidana 8 tahun, Peran: Menyimpan bom JW Marriott 2003

BS Abdul Hadi
Lulus: 1998, Status: Tewas (April 2006), Peran: Menyiapkan esksekutor bom Kedubes Australia September 2004

Jabir (alias Gempur Budi Angkoro)
Lulus: 1996, Status: Tewas (April 2005), Peran: Sepupu Fathur Rahman al-Ghazi, membantu Noor Din

1. Suara Merdeka, Achmady Siap Jadi Pengebom, Jumat 24 Juli 2009
2. Radar Semarang, Penghubung Noordin Ditangkap, Sabtu 25 Juli 2009.
3. Koran Tempo, Ngruki Disorot, Rabu 22 Juli 2009.
4. Koran Tempo, Ngruki Akui Nur Said Alumnusnya, Rabu 22 Juli 2009.
5. Jawa Pos, Menghilang Sejak 2001, Senin 20 Juli 2009.
6. Suara Merdeka, Ribuan Kades Dikumpulkan, Jumat 24 Juli 2009

Iklan