Mohamad Jibril Abdul Rahman alias Muhamad Ricky Ardhan Adalah Aktivis Al-Ghuraba Pakistan, Penghubung Al-Qaidah dengan Jamaah Islamiyah

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Mohamad Jibril Abdul Rahman alias Muhamad Ricky Ardhan, 30 tahun, diringkus anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror di Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu 25 Agustus 2009 sekitar 15.00 WIB. Satu jam sebelumnya, polisi mengumumkan Jibril diduga terlibat dan menjadi buron dalam kasus pengeboman Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton. Jibril adalah anak dari Abu Jibril, Ketua Majelis Ta’mir Masjid Al-Munawwarah, Pamulang, pernah beberapa kali menjadi tersangka atas keterlibatannya dalam aksi terorisme di Malaysia dan Indonesia. Dalam perjalanan pulang, Jibril, yang pernah 20 tahun tinggal di Malaysia, ditangkap sekitar 500 meter dari rumah ayahnya di Perumahan Witanaharja, Pamulang.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri, Nanan Soekarna mengumumkan, Jibril diduga terlibat pendanaan aksi bom bunuh diri di Marriott dan Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009 bersama Al-Khalil Ali, 51 tahun, asal Timur Tengah, yang lebih dulu ditangkap. Dana itu dari negara mana, oleh siapa, dan berapa jumlah uangnya masih diselidiki. Yang pasti, dana dikirim secara tunai. Polisi belum memastikan kewarganegaraan Ali, Arab Saudi atau Yaman.

Jibril memiliki identitas ganda, berdasarkan paspor dan KTP, lahir di Banjarmasin, 3 Desember 1979, serta Lombok Timur, 28 Mei 1984. Terakhir Jibril tinggal di Jalan M. Saidi RT 010/001, Pesanggrahan, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Jibril pernah aktif dalam kelompok studi Al-Ghuraba di Pakistan, merupakan penghubung organisasi teroris dunia Al-Qaidah dengan jaringan teroris di Asia Tenggara, Jamaah Islamiyah. Aktivis Al-Ghuraba lainnya adalah Abdul Rahim dan Rusman Gunawan alias Gun Gun, yang juga adik Hambali, tahanan di Guantanamo Bay. Abdul Rahim, pendiri Al-Ghuraba, adalah putra Abubakar Ba’asyir, pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kini, polisi sudah membekuk 10 tersangka. Mereka yang ditahan adalah Jibril, Ali, Aris Susanto, Amir Abdillah, serta Indra Arif Hermawan. Lima lainnya tewas, yakni Ibrohim, Eko Joko Sarjono alias Eko Peang, Air Setiyawan, Dani Dwi Permana, serta Nana Maulana. Polisi masih memburu Noor Din Moh. Top, Saefuddin Zahri, Mohamad Syahrir (Aing), Bagus Budi Pranoto (Urwah), dan Ario Sudarso alias Mistam Husamudin alias Suparjo Dwi Anggoro alias Aji alias Dayat (Koran Tempo, Jibril Diringkus Densus 88, Rabu 26 Agustus 2009)

Iklan