Morgan Stanley Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 pada level 3,7 Persen

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Menteri Keuangan yang juga Menteri Koordinator Perekonomian Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia masih memiliki potensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen pada 2011, seperti proyeksi Morgan Stanley. Peluang merealisasi pertumbuhan ini cukup terbuka. Potensi untuk Indonesia selalu ada dan bisa.

Morgan Stanley, penyelenggara jasa keuangan global, memaparkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Bloomberg. Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, Indonesia bisa disejajarkan dengan negara berkembang yang memiliki tingkat pertumbuhan tercepat di dunia, seperti Brasil, Rusia, India, dan Cina.

Selain itu, Morgan Stanley memprediksi perekonomian Indonesia berpeluang tumbuh hingga 60 persen atau setara dengan US$800 miliar dalam lima tahun mendatang. Proyeksi ini bisa terealisasi seiring dengan stabilitas pemerintahan, makin turunnya biaya modal, dan rencana pemerintah yang membelanjakan minimal US$34 miliar untuk infrastruktur hingga 2017.

Ekonom Morgan Stanley di Singapura, Chatan Ahya, mengatakan untuk tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 3,7 persen. Proyeksi ini sedikit di bawah prediksi lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) sebesar 4 persen. Namun level tersebut tetap menjadikan Indonesia tumbuh paling cepat di Asia Tenggara.

Meskipun yakin dan memiliki peluang, Sri Mulyani mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan terlalu ambisius. Apalagi perekonomian tahun 2010 diprediksi masih berfluktuasi. Ekonomi dunia memang akan pulih pada 2011. Tapi perubahan tatanan menyebabkan ekonomi dunia mencari titik keseimbangan yang baru, hal ini berdampak pada nilai tukar dan inflasi dunia.

Tentang pertumbuhan tahun 2010 yang diproyeksikan 6 persen, ekonom PT Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan angka itu belum maksimal. Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi untuk mengurangi pengangguran. Setidaknya dibutuhkan pertumbuhan ekonomi 6,7 persen untuk menyerap tenaga kerja dan mengurangi kemiskinan. Pertumbuhan 6 persen dinilai tidak cukup menekan pengangguran dan kemiskinan secara signifikan. Pemerintah seharusnya tak puas dengan pertumbuhan 6 persen.

Program ekonomi yang ditawarkan calon presiden Susilo Bambang Yndhoyono belum bisa mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. Hal tersebut disebabkan oleh aksi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat berlangsung agak lambat, kecuali jika memang ada program-program yang belum dikeluarkan.

Pemerintahan mendatang harus mendorong pertumbuhan ekonomi paling tidak hingga 6,7 persen. Dengan pertumbuhan sebesar itu, tenaga kerja yang diserap cukup signifikan untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Tapi jika pertumbuhan ekonomi masih tetap 6 persen, tren pengangguran pada masa mendatang tak akan jauh berbeda dengan yang terjadi sekarang. Turun sedikit, naik juga sedikit (Sumber: Koran Tempo, ”Pertumbuhan Ekonomi Bisa 7 Persen Pada 2011)