Munculnya Mafia Peradilan Karena Lembaga Peradilan Korup

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Guru besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Prof Satya Arinanto mengatakan bahwa bangsa Indonesia harus optimistis bahwa mafia peradilan bisa dihapuskan. Memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Mafia peradilan, praktik jual beli perkara, atau apa pun namanya yang menghambat proses keadilan bagi pencari keadilan, sudah waktunya dihapuskan dari negeri ini.

Hal senada juga dikatakan oleh mantan hakim agung, Prof Laica Marzuki, bahwa korupsi itu seperti cendawan yang tumbuh di berbagai musim, korupsi ada di birokrasi, lembaga peradilan, dan parlemen. Semua terkena cendawan korupsi. Untuk menghapuskannya, tidak ada jalan lain kecuali niat baik dari penguasa dan penegakan hukum sebaik-baiknya. Penegakan ini harus bisa memberikan efek jera bagi siapa saja pelaku korupsi. Apalagi jika pelaku korupsi itu adalah penegak hukum, maka tidak ada ampun, mereka harus dihukum berat, bukan sekadar pindah tugas.

Tanpa keseriusan memerangi pelaku korupsi, maka harapan pencari keadilan untuk mendapat keadilan di lembaga peradilan akan sulit diwujudkan. Untuk menghapus mafia peradilan, diperlukan perbaikan sistem peradilan dan pengawasan harus dilakukan. Perbaikan sistem sudah jelas akan memberikan perbaikan lembaga peradilan. Misalnya, adanya kepastian berapa lama sebuah proses peradilan berjalan, dan bisa diikuti sampai di mana sebuah kasus sudah ditangani. (Kompas, Hapuskan Mafia Peradilan, Jumat 10 Juli 2009)

Iklan