NASA Mulai Eksperimen Pengaruh Paparan Radiasi Angkasa pada Monyet Tupai

9 tahun ago kesimpulan 0

(KeSimpulan) NASA meningkatkan studi tentang radiasi luar angkasa dengan percobaan yang untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade menggunakan kera sebagai subjek. Eksperimen ini untuk memahami bagaimana lingkungan keras dengan radioaktif dari efek luar angkasa terhadap tubuh manusia dan perilaku, serta apa langkah-langkah yang akan digunakan untuk penanggulangan efek tersebut terhadap perjalanan panjang ke luar angkasa dengan aman tanpa pelindung gravitasi Bumi.

Untuk studi baru, sebanyak 18 hingga 28 monyet tupai akan diberi dosis rendah radiasi. Jenis radiasi yang dipaparkan adalah jenis radioaktif yang kemungkinan akan ditemui para astronot selama perjalanan ke Mars. Ilmuwan tertarik untuk mempelajari bagaimana dampak radiasi pada sistem syaraf pusat primata dan perilaku dari waktu ke waktu. “Kami menyadari bahwa ada kebutuhan untuk pekerjaan semacam ini,” kata Jack Bergman, ahli farmakolog behavior dari Harvard Medical School’s McLean Hospital di Boston, kepada Discovery News. “Ada komitmen lama NASA dalam perjalanan ke luar angkasa dan komitmen itu datang suatu kebutuhan untuk mengetahui apa jenis efek yang mungkin dialami selama perjalanan, apa risikonya bagi astronot.”

NASA telah merangsang tikus untuk menyelidiki dampak radiasi itu, tapi hanya menyediakan gambar kecil, kata Frank Cucinotta, Kepala Space Radiation Health Project pada Johnson Space Center di Houston. “Jelas, semakin dekat eksperimen pada manusia, semakin baik,” kata Eleanor Blakely, biofisikawan di Lawrence Berkeley National Laboratory yang mempelajari radiasi.

Studi Bergman, menggunakan monyet tupai yang dilatih pada berbagai tugas perilaku untuk diuji bagaimana dampak paparan radiasi bekerja. Paparan radiasi akan berlangsung di NASA’s Space Radiation Laboratory pada Department of Energy’s Brookhaven National Laboratory di New York. “Kita dapat menilai pada titik-titik waktu yang berbeda setelah terkena, jadi kita tidak hanya mendapatkan rasa, tapi kemudian kita bisa melihat lebih lama lagi pada titik-titik waktu,” kata Bergman.

Subjek yang bertahan hidup akan tetap dirawat di McLean Hospital, di mana mereka akan diawasi oleh dokter hewan dan staf. “Rumah Sakit McLean bertanggung jawab atas perawatan seumur hidup primata,” kata NASA. Sebelum NASA mengirim manusia pertama ke ruang angkasa, akan diterbangkan dua simpanse, Ham dan Enos, untuk menguji kapsul Mercury. Selama ini telah ada 29 primata non-manusia terbang ke angkasa, termasuk 12 dari Uni Soviet (Rusia) dan 17 pesawat ruang angkasa AS. Sebagian besar adalah misi penerbangan suborbital fisiologi dasar untuk menguji dan menilai risiko peluncuran dan microgravity.