Obat ABthrax atau Raxibacumab Mencegah Racun Bakteri Antraks

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Sebuah eksperimen penanganan antibodi terbukti membantu kelinci dan monyet percobaan bertahan dari serangan bakteria antraks dalam dosis mematikan. Para peneliti pada Human Genome Sciences menyatakan, pengobatan tersebut juga aman bagi manusia. Obat tersebut adalah, ABthrax atau raxibacumab, bekerja mencegah racun yang diproduksi bakteri antraks penyebab kerusakan sel dan mematikan.

ABthrax atau raxibacumab bekerja dengan antibiotik untuk mengembangkan peluang bertahan pada manusia yang terinfeksi antraks. Sally Bolmer, peneliti yang menuliskan studinya di New England Journal of Medicine mengatakan bahwa pengobatan baru ini dapat digunakan untuk melawan ancaman antraks.

Hanya dengan satu kali injeksi raxibacumab, 44 persen kelinci dan 64 persen monyet percobaan bertahan hidup dari paparan antraks yang diatur 200 kali lebih besar dari rata-rata dosis mematikan. Pada 300 orang sehat yang disuntik raxibacumab dosis tunggal atau ganda tidak ditemukan efek samping yang serius. Sebelum digunakan pada manusia, produsen harus memperoleh persetujuan, termasuk dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA). Uji coba juga pada minimal dua spesies hewan uji dan memastikannya aman bagi manusia.

Antraks merupakan penyakit pada hewan, tetapi bisa menular pada manusia (zoonosis) hanya dengan menghirup udara mengandung spora antraks, sentuhan dengan kulit, atau mengonsumsi makanan terkontaminasi antraks. Pada manusia, satu hari setelah bakteri masuk akan menimbulkan demam. Tanpa penanganan kesehatan segera, biasanya memberi obat penisilin, orang dengan antraks dapat meninggal setelah dua hari. Penularan antraks sangat cepat dan mudah karena kemampuan bakteria antraks membentuk spora. Di alam, spora mematikan itu mampu bertahan puluhan tahun. Dalam teknologi militer, antraks dapat digunakan untuk senjata biologi berbentuk bubuk.

Human Genome Sciences mengembangkan pengobatan tersebut di bawah kontrak khusus pada tahun 2006, dengan badan khusus kesehatan AS yang dibentuk untuk mencegah dampak biologis. The Rockville, perusahaan yang berbasis di Maryland, AS, mulai meneliti setelah adanya serangan antraks pada tahun 2001 yang menewaskan lima orang. Saat itu bakteri antraks disebarkan melalui surat yang dikirimkan kepada sejumlah wartawan dan politisi. Kini produsen farmasi itu sudah mengirim 20.000 dos ABthrax ke US Strategic National Stockpile untuk penggunaan darurat serangan antraks melalui berbagai media. (Kompas, Obat Baru Selamatkan Kelinci dan Monyet Dari Antraks, Jumat 10 Juli 2009)