Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu Antara Karyawan Dengan Rumah Sakit

10 tahun ago kesimpulan 0
(kesimpulan) Pasal 1 Nomor 13 UU tentang Ketenagakerjaan Tahun 2003 menyebutkan bahwa Hubungan Kerja adalah hubungan antara pengusaha dengan pekerja atau buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerjaan, upah, dan perintah. Di dalam suatu perjanjian kerja terdapat kedua belah pihak yang sepakat mengadakan suatu perjanjian berdasarkan hukum yang berlaku dan memiliki 3 unsur yaitu pekerjaan, upah, dan perintah. Perjanjian kerja dibuat atas dasar kesepakatan kedua belah pihak, kemampuan atau kecakapan melakukan perbuatan hukum, adanya pekerjaan yang diperjanjikan, dan pekerjaan yang diperjanjikan tidak bertentangan dengan ketertiban umum, kesusilaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Perjanjian kerja dapat dikategorikan menjadi dua janis yaitu Perjanjian Kerja Waktu Tertentu dan Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tentu. Perjanjian kerja waktu tertentu yaitu perjanjian kerja antara buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja dalam waktu tertentu atau untuk pekerjaan tertentu. Sedangkan Perjanjian kerja waktu tidak tertentu yaitu perjanjian kerja antara pekerja/buruh dengan pengusaha untuk mengadakan hubungan kerja tetap. Pasal 58 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa perjanjian kerja waktu tertentu tidak mensyaratkan adanya masa percobaan. Pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu dalam masyarakat terdapat penyimpangan-penyimpangan. Salah satunya adalah penyelenggaraan masa percobaan pada perjanjian kerja waktu tertentu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu, hambatan dalam pelaksanaan, dan Upaya yang dilaksanakan untuk mengatasi hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan perjanjian kerja waktu tertentu di Rumah Sakit Anak.

Metode pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis empiris. Spesifikasi yang digunakan adalah deskriptif normatif. Penelitian deskriptif dilakukan dengan cara melukiskan keadaan yang menjadi obyek persoalannya dan bertujuan memberikan gambaran mengenai hal yang menjadi pokok permasalahannya, dalam hal ini tentang ketenagakerjaan. Sehingga dapat dianalisa dan akhirnya dapat diambil kesimpulan yang bersifat umum.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak melaksanakan perjanjian kerja waktu tertentu dengan karyawan sesuai dengan UU. No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Hal ini dibuktikan dengan adanya masa percobaan bagi tenaga kerja waktu tertentu. Hambatan-hambatan Utama yang dihadapi oleh Rumah Sakit dalam melaksanakan perjanjian kerja waktu tertentu disebabkan oleh rendahnya tingkat kepercayaan pada kemampuan kerja karyawannya sehingga diadakan masa percobaan bagi kerja medis.

Iklan