Pemasangan Atap dan Lampu Baru All England Club Untuk Jaga Tradisi

9 tahun ago kesimpulan 0

(kesimpulan) Atap baru All England Club, arena tenis Wimbledon, yang selesai dipasang awal tahun 2009 menjadi tonggak sejarah bagi grand slam lapangan rumput yang kali pertama diselenggarakan pada 1877. Atap tersebut diharapkan akan menjamin even Wimbledon bisa dihelat 13 hari pas. Ketika banyak even olahraga berhemat diterpa krisis, wimbledon malah sukses melakukan perombakan. All England Lawn Tennis and Croquet Club (AELTC) atau yang lebih Bering disebut All England Club, sebagai arena kompetisi tenis. Dana yang dibelanjakan cukup fantastis, mencapai 80 juta pounds atau sekitar Rp1,3 triliun.

Dana itu dibelanjakan untuk meningkatkan kapasitas tempat duduk Court Center dari 13.500 menjadi 15 ribu, memasang peranti elektronik pendukung pelaksanaan pertandingan, serta memasang atap. Pembuatan dan pemasangan atap menyedot paling banyak biaya. Atap transparan yang bisa dibuka dan ditutup dalam waktu sepuluh menit tersebut memiliki berat 70 ton dan lebar mencapai 75 meter. Hujan selama ini menjadi masalah utama kini bisa diatasi. Instalasi 120 lampu di stadion membuat lapangan tetap terang meski langit mendung pekat. Lapangan juga dilengkapi pengatur udara untuk menjaga kelembapan lapangan rumput agar tidak menjadi licin. Penundaan jadwal pertandingan pun tidak akan terjadi lagi.

Keberadaan atap baru dan lampu, sebenamya even Wimbledon bisa lebih leluasa menyusun jadwal pertandingan pada malam hari agar tayangan langsung di televisi bisa lebih menguntungkan dari segi penjualan hak siar. Namun, segala fasilitas baru yang dimiliki saat ini tidak membuat larut untuk melanggar tradisi yaitu siang hari mulai pukul 12.00 sampai 16.00 saat musim panas. Berbeda dari Australia Terbuka dan AS Terbuka yang sudah memainkan pertandingan malam. Wimbledon memang berbeda jika dibandingkan dengan grand slam lain untuk memastikan seluruh pertandingan dilaksanakan siang hari. Hal itu dimungkinkan oleh banyaknya lapangan yang dipakai untuk menyelenggarakan pertandingan. Ada 20 lapangan yang bisa dipakai bersamaan.

Selain itu jadwal yang menjadi tradisi besar di Wimbledon adalah adanya jeda di Minggu pertengahan tumamen. Wimbledon terselenggara dalam dua pekan penuh. Dengan libur hari Minggu yang disebut sebagai People’s Sunday, turnamen efektif berjalan dalam 13 hari. Sejak dimulai pada 1877, barru tercatat tiga kali turnamen terpaksa menyelenggarakan laga di People’s Sunday tersebut, yang semuanya terjadi di era modern, yaitu terjadi pada tahun 1991, disebabkan banyaknya pertandingan tertunda karena cuaca buruk. Dan 240 laga di Kamis pertama, hanya 52 di antaranya yang berhasil tuntas. Terpaksa, tradisi tersebut ditabrak untuk kali pertama. Hal yang sama terjadi pada tahun 1997. Penyebab lain terjadi pada tahun 2004, kali ini berdasar permintaan penonton, karena yang bermain adalah jagoan tuan rumah, Tim Henmann, jumlah penonton membludak membuat panitia tidak siap. Terjadi keributan di jadwal asli pertarungan Henmann, Sabtu. Kebijakan untuk mengundurkan pertarungan ke Minggu pun diambil.

Secara tradisional, lima kategori di kelompok dewasa, yaitu tunggal pria, tunggal wanita, ganda pria, ganda wanita, dan ganda campuran, berlangsung sejak pekan pertama. Sedangkan kelompok junior berlangsung di pekan terakhir. Waktu pelaksanaan Wimbledon pun sudah digariskan dimulai Senin di antara tanggal 20 hingga 26 Juni tiap tahunnya. Dengan segala aturan ketat mengenai jadwal maka dampak atap baru yang dibangun di arena Wimbledon akan membuat Wimbledon sebagai grand slam yang bisa menjaga keunikan dan tradisinya. (Jawa Pos, ”Atap Baru Agar Pertandingan Tetap Siang dan Libur Minggu”, Kamis 25 Juni 2009)


Iklan